Jakarta, Indonesia | Monday, 22-10-2018

NEWS UPDATE

Indonesia Berpeluang Jadi Destinasi Wisata Vegetarian

AL | Jumat,04 Mei 2018 - 18:34:27 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengatakan Indonesia punya peluang besar menjadi destinasi wisata vegetarian tingkat dunia seiring dengan meningkatnya komunitas vegetarian di tingkat global. 

"Indonesia punya keragaman hayati dan kuliner yang tinggi guna mengembangkan wisata vegetarian. Komunitas vegetarian di dunia mencapai 500 juta orang. Terbesar ada di India sebanyak 350 juta dan Cina 50 juta," ujarnya di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta.

Menurut Arief, jumlah tersebut sangat potensial, sebab wisatawan asal dua negara itu adalah yang terbesar dalam kunjungan ke Indonesia. Wisatawan asal Cina misalnya yang mencapai 2,2 juta orang pada 2017 lalu dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 42 persen. Wisatawan asal India pertumbuhannya juga terus meningkat.

"Pada 2017 lalu tercatat ada 500 ribu wisman India yang berkunjung ke Indonesia. Tahun ini ditargetkan pertumbuhannya mencapai 40 persen, mencapai 700 ribu wisman," katanya.

Sedangkan, menurut The Global Vegetarian Index yang dikeluarkan oleh Oliver`s Travel, Indonesia saat ini masuk dalam peringkat ke-16 dari 183 negara yang ramah vegetarian atau masuk Top-20 Vegetarian-Friendly Countries.

"Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi menjadi salah satu negara tujuan destinasi wisata vegetarian kelas dunia dan banyak diminati para wisatawan dari komunitas vegetarian dunia," ujar Arief.

Sebelumnya, komunitas vegetarian Indonesia telah mengurutkan 10 makanan terlezat vegetarian di Indonesia, diantaranya gado-gado, pecel, sayur asem, ketoprak, tempe dan lainnya. Insiatif itu disambut positif oleh Menpar Arif, sehingga bisa dipromosikan dengan baik ke wisatawan.

"Tempat wisata dan industri sudah harus memikirkan kebutuhan wisatawan akan hal ini. Rekan-rekan di Bali sudah harus lebih siap menyediakan hal ini, karena mayoritas kunjungan wisatawan ke Bali. Dan daerah lainnya juga perlu bersiap," tutup Menpar. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar