Jakarta, Indonesia | Saturday, 22-09-2018

NEWS UPDATE

Indonesia Bisa Jadi Inisiator Menekan AS Terkait Yerusalem

GRY | Senin,11 Des 2017 - 16:32:44 WIB

Ketua Komisi I DPR, Charles Honoris.foto.ist

Jakarta, CityPost - Ketua Komisi I DPR Charles Honoris, menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel telah merusak seluruh upaya negosiasi perdamaian yang dikerjakan oleh presiden AS sebelumnya. Menurut dia, kebijakan tersebut dikeluarkan dari kepala seorang yang memiliki gangguan kejiwaan.

Ditanya bagaimana upaya Indonesia untuk membendung kebijakan kontroversial Trump. Charles menjelaskan, Indonesia bisa menjadi inisiator dalam menekan Pemerintah Amerika Serikat dalam mencabut pengakuan Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Inisiasi tersebut bisa dilakukan Indonesia melalui forum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

"Melalui forum PBB, Indonesia dapat menjadi inisiator agar Sidang Umum PBB bisa mengeluarkan resolusi yang memberikan penekanan pada resolusi-resolusi sebelumnya dan menolak pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel," katanya di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Charles menjelaskan dalam Sidang Umum PBB sebenarnya sudah pernah menerbitkan Resolusi 181 Tahun 1947 yang memandatkan berdirinya sebuah negara Arab dan sebuah negara Yahudi yang berdaulat di tanah Palestina yang dahulu dikuasai Inggris. Selain itu, Dewan Keamanan PBB juga pernah mengeluarkan Resolusi 242 Tahun 1967 yang memerintahkan Israel untuk mengembalikan wilayah yang diambilnya melalui perang. Namun, Politikus PDIP ini mengakui sampai sekarang kedua resolusi tersebut masih belum direalisasikan.

"Amerika Serikat sudah kehilangan kredibilitas sebagai honest broker antara Israel dan Palestina. Donald Trump sudah merusak seluruh upaya negosiasi perdamaian yang dikerjakan oleh presiden AS sebelumnya," pungkasnya.

Charles juga mengapresiasi langkah pemerintah melalui Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi yang berperan aktif menentang kebijakan Trump soal Yerusalem.

Menurutnya, hal tersebut menjadi penting karena tanpa pengakuan komunitas internasional, maka klaim Israel atas Yerusalem tidak akan berarti apa-apa. (GRY/CityPost)
    


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar