Jakarta, Indonesia | Wednesday, 12-12-2018

NEWS UPDATE

Insiden Tewasnya Bos Matahari Mulai Diselidiki Polisi

RWS | Senin,12 Mar 2018 - 13:44:29 WIB

Pendiri Grup Matahari Departemen Store. Alm. Hari Darmawan/ foto ist

Jakarta, CityPost – Insiden jatuhnya Pemilik Matahari Departemen Store Hari Darmawan yang menewaskan dirinya cukup mengejutkan banyak pihak. Pendiri Grup Matahari itu jasadnya ditemukan di pinggir Sungai Ciliwung Bogor.

Pasca ditemukan jasad Hari Darmawan pada Sabtu (10/3) pagi di Bogor, polisi lantas melakukan visum dan olah tempat kejadian perkara serta rekonstruksi. Setelah itu baru akan disimpulkan terkait penyebab kematiannya.

Kapolres Bogor Kabupaten AKBP Andy Moch Dicky mengatakan penyelidikan belum selesai, yang sudah dilakukan pihaknya adalah melakukan visum terhadap korban termasuk olah tempat kejadian perkara dan melakukan rekonstruksi. Setelah hasil pemeriksaan visum keluar baru pihaknya akan menggelar perkaranya kemudian menyimpulkan adanya tindak pidana atau tidak.

Dicky menyampaikan selain itu petugas kepolisian juga meminta keterangan saksi-saksi yang melihat peristiwa terjatuhnya Hari Darmawan ke sungai Ciliwung. Untuk dugaan sementara, Hari tewas usai terpeleset hingga terbawa arus sungai Ciliwung yang saat itu dalam kondisi berarus deras.

“Saksi yang kita mintai keterangan baru supir almarhum dan karyawan yang ada di TWM,” ujarnya.

Pihak kepolisian itu sendiri menurut Dicky untuk mengungkapkan apakah ada indikasi pidana seperti pembunuhan dan yang lainnya perlu dlakukan penyidikan lebih lanjut. Sementara ini pihaknya masih menunggu hasil visum et repertum.

Diketahui, sebelum kejadian almarhum sedang makan-makan bersama dengan stafnya di daerah TWM. Saat itu beberapa kali Hari meminta diambilkan sesuatu kepada supirnya, awalnya meminta diambilkan koran, lalu yang terakhir minta diambilkan air minum.

“Menurut keterangan supirnya, setelah beliau kembali mengambil air minum dimobil, beliau sudah tidak ada lagi,” tukasnya.

Darisanalah pencarian dilakukan pada malam harinya oleh supir dan staf Hari Darmawan, karena kondisi air sungai sangat deras dan terdapat pertemuan arus dua sungai kecil dilokasi, maka mereka memutuskan untuk melanjutkan pencarian esok harinya.

Pada pagi harinya sekitar pukul 06.30 WIB jasad korban ditemukan pertama kali oleh Dani Sudiana dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan posisi tengkurap.

Sementara itu menurut Dicky  penyebab sementara meninggalnya Hari diakibatkan karena benturan benda keras, ditubuh almarhum banyak luka, memar yang bersangkutan jatuuh ke sungai yang ada batu-batunya.

“dengan arus yang begitu deras menyebabkan luka memar disekujur tubuh dan kepalanya. Kebanyakan luka memar, goresan dibagian mata dan kepala. Jadi karena terantuk-antuk dibatu, arus sungai cukup deras, sungai juga terkikis karena tanah,” terang Dicky.

Menurut Dicky supir almarhum melihat dan mengetahui korban terjatuh saat kejadian dia ikut mencari dan jenazah korban diketemukan berjarak 100 meter dari lokasi vila tempat korban terjatuh. (RWS/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar