Jakarta, Indonesia | Friday, 25-05-2018

NEWS UPDATE

Ipda Auzar Yang Tewas Diserang Teroris Dikenal Sebagai Ulama

AL | Rabu,16 Mei 2018 - 15:48:18 WIB

Proses evakuasi korban serangan teroris di Mapolda Riau, Pekanbaru, Rabu (16/5/18).foto.ist

Pekanbaru, CityPost - Seorang anggota Polda Riau tewas dalam serangan teroris yang terjadi pada Rabu (16/5/18) pukul 09.00 WIB tadi.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Sunarto dalam keterangan persnya mengatakan personel yang meninggal tersebut bernama Ipda Auzar. Korban meninggal setelah ditabrak mobil yang digunakan teroris saat melancarkan aksinya di Mapolda Riau.

"Anggota kita satu orang tertabrak dan akhirnya meninggal dunia atas nama Ipda Auzar," ujarnya di Pekanbaru.

Sunarto mengatakan jenazah Ipda Auzar dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Korban merupakan anggota polisi lalu lintas Polda Riau.

Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Rudi Syarifudin mengungkapkan bahwa Ipda Auzar dikenal sebagai sosok religius. Bahkan, sebelum meninggal akibat ditabrak mobil yang dikendarai teroris saat penyerangan Rabu pagi, korban diketahui baru saja melaksanakan shalat Dhuha.

Almarhum Ipda Auzar yang meninggal pada usia 55 tahun itu memulai karir di Lantas Polda Riau sejak dari Bintara hingga kini menyandang Ipda. Selama menjadi anggota Polri, Auzar yang bergelar Haji itu aktif dalam berbagai kegiatan kegamaan dan sosial. Ia juga kerap memberikan tausiah hingga disebut sebagai salah satu ustadz disegani di internal polisi maupun masyarakat setempat.

"Kita semua merasa kehilangan sosok beliau. Bukan hanya polisi tapi juga ulama dan ustadz di sini," katanya.

Rudi menuturkan, almarhum Ipda Auzar yang meninggal pada usia 55 tahun itu memulai karir di Lantas Polda Riau sejak dari Bintara hingga kini menyandang Ipda. Selama menjadi anggota Polri, Auzar yang bergelar Haji itu aktif dalam berbagai kegiatan kegamaan dan sosial. Ia juga kerap memberikan tausiah hingga disebut sebagai salah satu ustadz disegani di internal polisi maupun masyarakat setempat.

"Almarhum Ipda Auzar juga memiliki sebuah pesantren dan yayasan anak yatim piatu yang mendidik lebih dari 500 anak-anak kurang beruntung," tambahnya.

Kombes Rudi mengatakan bahwa sebelum ditabrak hingga meninggal dunia, korban baru saja menyelesaikan shalat Dhuha di Masjid Polda Riau yang berlokasi di lantau dua. Ibadah itu rutin dilakukan Ipda Auzar setiap pagi

"Sebelum kejadian beliau juga sempat memberikan pengarahan jadwal tausiah dan kegiatan Ramadhan di lingkungan masjid Polda Riau," ujarnya.

Setelah menyelesaikan shalat Dhuha, korban turun ke bawah untuk kembali ke ruangan kerja dan seketika ditabrak mobil yang dikendarai sekelompok teroris.

"Kami sangat berduka. Semoga almarhum ditempatkan di sisi terbaikNya," kata Rudi.

Selain Ipda Auzar yang menjadi korban jiwa, dua personel polisi lainnya Brigadir John Hendrik dan Kompol Farid Abdullah mengalami luka akibat tebasan senjata tajam pada bagian jari tangan dan bagian kepala. John Hendrik merupakan anggota Propam Polda Riau sedangkan Kompol Farid merupakan personel Bidkum Polda Riau. Keduanya masih dalam proses penanganan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar