Jakarta, Indonesia | Sunday, 24-06-2018

NEWS UPDATE

ITS Hibahkan IPAL ke Rumah Produksi Pempek Tjek Entis

AL | Selasa,16 Jan 2018 - 02:34:10 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Surabaya, CityPost - Pemilik rumah produksi pempek Tjek Entis di daerah Medayu Utara, Surabaya, menerima hibah berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dari Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Senin (15/1). Alat tersebut bisa digunakan untuk mengolah air limbah dari industri makanan pempek agar menjadi lebih ramah lingkungan.

Ketua Tim Teknik Lingkungan ITS Ipung Fitri Purwanti mengatakan, IPAL ini merupakan inisiatif dari pihaknya untuk melakukan pengabdian pada masyarakat. Ia menuturkan, setiap minggunya rumah produksi ini mengolah tidak kurang dari 150 kilogram ikan untuk dijadikan pempek, proses ini menghasilkan air limbah berwarna keruh dan berbau yang sangat berbahaya jika dibuang langsung ke lingkungan sekitarnya. 

"Sebelumnya, laboratorium kami melakukan analisa terhadap air limbah tersebut. Hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat kadar zat organik, nitrogen, fosfor, minyak, lemak serta padatan terlarut yang tinggi," ujarnya.

Ipung menjelaskan, proses pengolahan limbah air dimulai dari bak kontrol yang berfungsi untuk mengatur banyaknya limbah yang masuk. Bahan sisa tersebut kemudian melewati grease trap (bak penangkap lemak) untuk memisahkan minyak dan lemak. Proses selanjutnya adalah pemisahan padatan pada bak pengendap untuk mengurangi beban zat organik yang dilakukan secara manual.

Kemudian, limbah sisa pembuatan pempek  dimasukkan ke dalam tangki yang berisi bakteri EM16 yang berguna untuk mereduksi kandungan zat organik dalam limbah.

Setelah reduksi kandungan zat organik, air limbah dialirkan pada pipa paralon yang bermuara pada tumbuhan tyfa atau Scirpus grossus yang mampu mengurangi kandungan nitrogen dan fosfor, sehingga limbah yang ada sudah bisa dibuang secara aman. Ipung juga memastikan Departemen Teknik Lingkungan ITS siap untuk memantau IPAL tersebut. 

"Selama tiga bulan ke depan, tim kami akan terus melakukan peninjauan mutu air yang berhasil terolah. Hal ini bisa dilihat dari kondisi tanaman tyfa yang tumbuh. Jika tidak berhasil, kami akan melakukan pembenahan," katanya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar