Jakarta, Indonesia | Sunday, 22-07-2018

NEWS UPDATE

Jelang Asian Games, KLHK Giat Patroli Karhutla di 3 Provinsi

AL | Kamis,03 Mei 2018 - 04:49:09 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus menggalakkan tim patroli terpadu di Sumatera Selatan, Riau dan Kalimantan Barat secara serentak untuk mengantisipasi asap menjelang pelaksaaan Asian Games 2018.

"Tahun ini Sumatera Selatan menjadi tuan rumah dalam ajang Asian Games yang akan dilaksanakan Agustus nanti. Bersama-sama kita lakukan antisipasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dapat berdampak pada kabut asap," kata Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera, Israr dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (2/5/18).

Isral menjelaskan kegiatan patroli terpadu di Riau dan Sumatera Selatan merupakan tahap pertama di tahun 2018, sedangkan Provinsi Kalimantan Barat sudah melaksanakan patroli terpadu kedua kalinya. Peluncuran pelaksanaan patroli terpadu di Provinsi Sumatera Selatan dilaksanakan secara serentak di empat daerah operasi (daops) wilayah Sumatera Selatan, yaitu Daops Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Lahat. Selain, memimpin apel keberangkatan tim patroli terpadu di Daops Banyuasin, Israr juga sekaligus melakukan pengecekan kelengkapan personel tim patroli terpadu.

Peluncuran patroli terpadu di Daops Banyuasin ini personel TNI/Kodim 0430, Polres Banyuasin, BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, MPA Desa Pelajau. Israr mengatakan, patroli terpadu ini merupakan wujud sinergi di tingkat tapak.

"Sekaligus sebagai pintu masuk untuk proses perubahan perilaku masyarakat menuju masyarakat yang lebih peduli dan berperan aktif dalam pencegahan karhutla," tuturnya.

Sedangkan, untuk Daops OKI, apel pemberangkatan tim patroli terpadu dipimpin oleh Kepala Pelaksana Operasional BPBD Kabupaten OKI, Listiadi Martin. Acara ini dihadiri oleh personel Polres OKI, Kodim 0402 OKI, KPHP Wilayah IV dan V OKI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Kota Kayuagung, Kelurahan Kedotan, Manggala Agni dan juga Masyarakat Peduli Api (MPA).<br 

Patroli terpadu melibatkan berbagai unsur, seperti TNI, Polri serta masyarakat. Patroli yang dikoordinir oleh Manggala Agni ini adalah bentuk sinergi para pihak dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan.

Israr menyebutkan, sejauh ini, patroli terpadu sudah dilaksanakan di lima provinsi, yaitu Kalimantan Barat yang sudah dilaksanaka dua fase masing-masing sebanyak 60 posko dengan desa jangkauan 189 desa. Di Provinsi Riau juga sudah dilaksanakan dua fase sebanyak 65 posko dengan menjangkau 244 desa rawan. Untuk operasi terpadu di Provinsi Sumatera Selatan terdapat 50 posko yang menjangkau 177 desa rawan karhutla. Provinsi Kalimantan Tengah telah melaksanakan patroli terpadu sejak pertengahan April 2018 di 45 posko dengan jangkauan 135 desa rawan. Selain itu, provinsi Sulawesi Tenggara yang telah melaksanakan patroli terpadu pada delapan posko desa dan mampu menjangkau 41 desa. Pelaksanaan patroli terpadu ini direncanakan sampai akhir bulan Oktober 2018, sampai musim kemarau berakhir.

Sementara, Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Selasa (1/5/18) hingga pukul 20.00 WIB, mendeteksi ada empat titik panas atau hotspot yang terpantau satelit NOAA-19, dua titik di Jambi dan dua titik di Sumatera Selatan. Sedangkn Satelit TERRA-AQUA (NASA) mendeteksi ada satu titik panas di Nusa Tenggara Timur (NTT). 


(red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar