Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

Jelang Lebaran 2017, PMI Bogor Kehabisan Stok Darah

Redaksi CityPost | Kamis,22 Jun 2017 - 12:29:27 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Bogor, CityPost  - Unit Transfusi Darah (UTD) PMI cabang Kota Bogor, Jawa Barat, kehabisan stok darah jelang Lebaran 2017. "Ini siklus tahunan, terjadi setiap ramadan dan tahun baru, stok darah berkurang karena jumlah pendonor menurun," kata Wisnu Hendratmoyo, dokter umum di UTD PMI Cabang Kota Bogor, Kamis (22/6/17). Wisnu menjelaskan, permintaan darah setiap harinya tetap normal tidak terjadi peningkatan. Hanya saja pendonor berkurang, karena di bulan puasa banyak yang menunda untuk melakukan donor darah. "Normalnya, setiap bulan UTD PMI menyediakan 3.000 kantong darah dari semua golong. Saat Ramadhan, stok berkurang hingga 1.500 kantong. Sehingga tidak bisa mensuplai semua kebutuhan darah," ujar Wisnu. UTD PMI Kota Bogor memiliki penerima donor rutin yakni pasien Thalasemia yang jumlahnya sekitar 300 orang, mereka wajib membutuhkan darah setiap bulannya. "Kita punya 100 pendonor tetap, hari biasa rutin mendonorkan darah. Tapi saat Ramadhan ini pendonor hanya 15 sampai 20 orang," tuturnya. Wisnu mengaku, pihaknya sudah berupaya untuk menambah stok darah dengan melaksanakan donor darah ke sejumlah gereja, dan pusat perbelanjaan. Namun, belum mampu memenuhi pasokan. Menurutnya, selama Ramadan, masyarakat bisa mendonorkan darah. Hanya saja, beberapa ada yang khawatir, karena sedang puasa takut terkena dehidrasi. "Sebenarnya selama Ramadan tetap bisa donor darah, tapi ada tipsnya, yaitu jelang waktu berbuka, atau malam hari setelah berbuka puasa," jelasnya. Wisnu menyampaikan, karena stok darah di UTD PMI Kota Bogor sedang kosong terhitung hari ini pukul 10.05 WIB, maka masyarakat yang membutuhkan darah harus membawa donor pengganti untuk mendapatkan darah yang dibutuhkan. UTD PMI Kota Bogor memanfaatkan teknologi screening darah, sehingga dalam waktu beberapa jam, darah yang didonorkan bisa langsung dimanfaatkan, dengan syarat darah tersebut benar-benar aman bagi pasien. "Strateginya begitu, karena saat ini stok benar-benar kosong. Kalau butuh darah harus diupayakan donor pengganti," kata Wisnu. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar