Jakarta, Indonesia | Tuesday, 11-12-2018

NEWS UPDATE

Jepara Dinyatakan Aman Untuk Dibangun PLTN

AL | Kamis,11 Okt 2018 - 15:04:37 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Semarang, CityPost - Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono menyatakan bahwa Kabupaten Jepara aman untuk dibangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai bentuk pemanfaatan energi baru tidak terbarukan.

"Jepara dianggap paling aman karena dari hasil kajian, struktur geologinya `save`, tidak ada kegempaan, tsunami juga tidak dimungkinkan karena pantai utara tidak ada pertemuan lempeng bumi, yang ada (kemungkinan terjadinya tsunami) di pantai selatan," katanya saat ditemui di Semarang, Kamis (11/10/18)

Teguh menjelaskan, saat ini pemanfaatan nuklir telah menyasar pada segi perekonomian masyarakat, bahkan radiasi yang dihasilkan oleh energi nuklir sudah digunakan untuk pengembangan varietas benih pertanian. Selain itu, energi nuklir juga telah dimanfaatkan untuk mencari sumber mata air di suatu daerah, meskipun dengan biaya yang cukup mahal.

"Teknologi itu sudah berjalan tiga tahun terakhir, dan sudah saatnya Jateng memanfaatkan energi nuklir," ujarnya sebagaimana dilaporkan Antara.

Teguh mengungkapkan, rencana pembangunan PLTN di daerah pesisir Kabupaten Jepara itu sudah masuk rencana kerja alternatif pembangkit listrik, meskipun mendapat penolakan dari masyarakat karena warga setempat masih takut dengan isu radiasi dari energi nuklir yang bisa merusak sel tubuh manusia dalam jangka panjang. Ia juga mengakui bahwa sosialisasi mengenai energi nuklir memang masih kurang, masyarakat menganggap nuklir itu seperti bom atom yang punya radiasi berbahaya.

"Padahal tidak sebahaya itu karena alat-alat medis modern juga pakai teknologi nuklir untuk rontgen dan radiografi. Nuklir semakin hari semakin aman," jelasnya.

Untuk itu, Teguh menyarankan kepada pemerintah untuk serius dalam membangun PLTN pada masa mendatang dengan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar