Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

Jokowi: Tak Mudah Negoisasi Dengan Freeport

AL | Kamis,12 Jul 2018 - 14:45:33 WIB

Presiden RI Joko Widodo.foto.ist

Tangerang, CityPost - Presiden RI Joko Widodo mengakui tidak mudah untuk melakukan negosiasi dalam proses akuisisi saham Freeport, sampai saat ini mengosiasi berjalan alot.

"Inilah 3,5 tahun yang kita usahakan sangat alot, jangan dipikir mudah, dan begitu sangat intens sekali dalam 1,5 tahun ini," katanya saat ditemui di ICE, BSD, Tangerang, Kamis (12/7/18).

Jokowi mengemukakan, dalam beberapa waktu terakhir negosiasi tersebut terus berjalan dan dikerjakan tanpa melakukab publikasi yang besar-besaran lantaran menyangkut negosiasi yang amat tidak mudah.

"Tapi memang kita kerjakan ini diam, karena ini menyangkut negosiasi yang tidak mudah," ujarnya.

Presiden juga mengapresiasi laporan bahwa holding industri pertambangan Inalum telah berhasil mencapai kesepakatan awal dengan Freeport.

"Pengolahan untuk meningkatkan kepemilikan kita menjadi 51 persen, dari yang sebelumnya 9,36 persen. Alhamdulillah," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Freeport Indonesia telah mengelola tambang emas di Papua selama hampir 50 tahun dengan porsi kepemilikan saham mayoritas. Karena itulah, Presiden menegaskan akuisisi Freeport merupakan sebuah lompatan yang diharapkan nantinya berdampak positif bagi Indonesia secara lebih luas dari sisi pendapatan, pajak, royalti, dividen, hingga retribusi sehingga nilai tambah komoditas tambang bisa dinikmati seluruh masyarakat.

"Nilainya nanti teknis Menteri BUMN, Menkeu, dan Menteri ESDM itu, juga valuasinya juga makan waktu panjang. Kepentingan nasional harus dinomorsatukan termasuk teknis pembagian," tuturnya.

Jokowi mengatakan, saat ini Kesepakatan terkait Freeport sudah rampung.

"Namanya sudah deal, nanti tanda tangan. Artinya kesepakatan sudah rampung. Teknis masih ada di menteri," tutupnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar