Jakarta, Indonesia | Friday, 21-09-2018

NEWS UPDATE

Kapal RS Terapung Beri Layanan Pengobatan Gratis di Surabaya

AL | Selasa,13 Mar 2018 - 14:57:53 WIB

Kapal RS Terapung Beri Layanan Pengobatan Gratis di Surabaya

Surabaya, CityPost - Setelah menyelesaikan misi kemanusiaan dengan memberi pelayanan pengobatan gratis di Pulau Bawean dan Kangean, Jawa Timur, kini Kapal Rumah Sakit Terapung (RST) Ksatria Airlangga melayani masyarakat Surabaya dengan sandar di Pelabuhan Rakyat Kalimas, Tanjung Perak.

Penanggung jawab operasional kapal RST Ksatria Airlangga, Dr Henry Wibowo menuturkan, sejauh ini pihaknya telah melayani 1.499 pasien dari masyarakat di Pulau Bawean, wilayah Kabupaten Gresik dan Kangean, Kabupaten Sumenep.

"RST Ksatria Airlangga melakukan pelayanan perdana di Pulau Bawean pada akhir Oktober 2017 lalu dan menangani 449 pasien. Sebanyak 59 pasien di antaranya dilakukan tindakan operasi pembedahan, serta 43 pasien mendapatkan layanan operasi katarak," katanya kepada wartawan di Surabaya, Selasa (13/3/18).

Sedangkan saat memberikan pelayanan di Pulau Kangean pada Desember 2017, RS Terapung melayani 1.050 pasien. sebanyak 65 pasien di Pulau Kangean dilakukan tindakan operasi bedah, tiga di antaranya adalah operasi melahirkan serta 137 pasien menjalani operasi mata katarak.

"Seluruh pasien dilayani dengan gratis. da seorang ibu di Pulau Kangean, usai menjalani operasi bedah melahirkan, kemudian memberi nama bayinya Putri Ksatria Airlangga, sebagai ungkapan rasa terima kasihnya. Itu cukup mengharukan sekaligus membagakan bagi kami," ungkap Henry.

RST Ksatria Airlangga didirikan oleh alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini dibuat di galangan kapal tradisional Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan, didesain sebagai rumah sakit terapung yang akan berlayar untuk singgah membantu pengobatan masyarakat di pulau-pulau terluar yang belum memiliki fasilitas rumah sakit.

Bagian dalam kapal phinisi sepanjang 27 x 7,2 meter ini disekat menjadi beberapa ruang pemeriksaan medis. Salah satunya terdapat ruangan yang lebih luas, berukuran sekitar 3 x 4 meter yang terdapat dua buah untuk mengoperasi pasien.

"Kami memiliki 113 ribu alumni Fakultas Kedokteran Unair yang tersebar di berbagai wilayah dan telah siap mendukung misi kemanusian ini, kata Henry.

Dekan Fakultas Kedokteran Unair, Junaidi Khotib, kapal RST Ksatria Airlangga telah mengagendakan pelayaran menuju ke Kabupaten Asmat, Papua untuk misi berikutnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar