Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

Karding: Pernyataan `Politik Genderuwo` Untuk Para Politisi

AL | Jumat,09 Nov 2018 - 16:46:04 WIB

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo dan Ma`ruf Amin, Abdul Kadir Karding.foto.ist

Jakarta, CityPost - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo dan Ma`ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal `politik genderuwo` bermakna simbolik yang ditujukan kepada semua orang terutama para politisi.

"Jadi, pernyataan Pak Jokowi itu itu untuk semua orang, calon pemimpin maupun politisi, yang pernyataan-pernyataannya membangun narasi propaganda, tentang membangun ketakutan dan kegalauan di tengah masyarakat," kata Karding saat ditemui di Jakarta, Jum`at (9/11/18).

Menurut Karding, politik genderuwo itu diibaratan dengan pernyataan-pernyataan para politisi yang membangun narasi sedemikian rupa membuat masyarakat seperti dihantui oleh isu-isu palsu, isu-isu hoaks, nyinyir, sampai fitnah, yang tujuannya untuk menakut-nakuti rakyat menjadikan rakyat galau dan semakin pesimis.

Selain itu, Karding menilai penyebutan `politik genderuwo` mungkin yang dimaksud pihak tertentu, tapi Karding menafsirkan politisi secara umum.
Di sisi lain, menurut Karding yang merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Jokowi menyampaikan pesan kepada publik bahwa politik adalah proses demokrasi yang membutuhkan keterlibatan dan partisipasi rakyat dalam prosesnya.

"Keterlibatan rakyat ini penting, karena kita berangkat dari prinsip rakyat berdaulat, artinya segala sesuatu pada hakikatnya yang memutuskan adalah rakyat,"  tutur Anggota Komisi III DPR RI ini.

Karena itulah, menurut Karding rakyat mesti diberikan pendidikan politik yang konstruktif mestikan hanya melalui pernyataan-pernyataan yang dapat dicerna oleh akal sehat sesuai dengan adat kebudayaan Indonesia.

"Itulah yang diharapkan oleh Presiden sebagai kepala negara sekaligus sebagai kepala pemerintahan, sehingga rakyat tidak terus-menerus, diberikan isu-isu recehan yang tidak substansial," ujarnya.

Karding juga menegaskan bahwa rakyat sebagai bagian dari proses demokrasi sehingga perlu mendapat pendidikan politik yang baik serta contoh teladan dari calon pemimpin. (red/ist)




Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar