Jakarta, Indonesia | Monday, 15-10-2018

NEWS UPDATE

Kasus Pemasungan Penderita Gangguan Jiwa Sulit Didata

AL | Kamis,05 Okt 2017 - 11:26:04 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Padang, CityPost - Dinas Sosial Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, hingga saat ini masih ada 104 penderita gangguan jiwa yang dipasung oleh keluarga mereka karena dikhawatirkan mengganggu masyarakat sekitar.

"Dari 104 penderita gangguan jiwa ini, kasus pemasungan terbanyak ditemukan di Kabupaten Pasaman, terhitung 54 orang," kata Kepala Dinas Sosial Sumbar Abdul Gafar di Padang, Kamis (5/10/17).

Gafar merinci, ada 25 penderita gangguan jiwa di Kabupaten Pesisir Selatan, tiga di Solok, empat di Sijunjung, empat di Solok Selatan, dan 14 orang di Pasaman Barat yang mengalami pemasungan. Ia menambahkan, saat ini dinas masih melanjutkan pendataan kasus pemasungan penderita gangguan jiwa dengan bantuan tim dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

"Sulit bagi kami dalam mendata keseluruhan kasus pemasungan ini, karena memang kasus ini tidak mudah terdeteksi karena banyak keluarga yang menyembunyikan persoalan tersebut," ujarnya.

Abdul menjelaskan, sebenarnya pemasungan tidak boleh dilakukan terhadap para penderita gangguan jiwa, karena bisa berdampak buruk terhadap si penderita.

"Mereka juga manusia, sehingga seharusnya dibawa ke pusat kesehatan untuk mendapatkan perawatan dan tidak boleh dipasung," imbuhnya.

Abdul berharap,  pemerintah kabupaten/kota setempat dapat bersinergi dengan instansi terkait guna mewujudkan program kerja Kementerian Sosial untuk membebaskan Indonesia dari kasus pemasungan penderita gangguan jiwa pada tahun 2019. 

Sebelumnya, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pemerintah sedang mengembangkan program pendataan elektronik untuk mendeteksi penderita gangguan jiwa yang mengalami pemasungan serta kondisi mereka. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar