Jakarta, Indonesia | Wednesday, 17-10-2018

NEWS UPDATE

Kawasan Tanah Kuning Kaltara Diusulkan Jadi PSN

Redaksi CityPost | Kamis,09 Mar 2017 - 10:11:49 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Kementerian Perindustrian telah mengusulkan kawasan industri Tanah Kuning, Kalimantan Utara (Kaltara) untuk ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN) pada revisi Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN. Kawasan tersebut memiliki luas sekitar 10 ribu hektare dab berpotensi menjadi pengembangan industri pengolahan mineral, kelapa sawit, kakao, dan perikanan. "Dalam tiga tahun ke depan, kami mendorong percepatan pembangunan kawasan industri Tanah Kuning, Kaltara. Apalagi, Kaltara termasuk ke dalam wilayah pengembangan industri di dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) tahun 2015-2035," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam acara Kaltara Investment Forum 2017, Rabu (8/3/17). Airlangga mengatakan, lokasi Kaltara cukup strategis karena terletak pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II) yang merupakan lintasan laut perdagangan internasional serta berada pada kawasan pusat ekonomi dunia masa depan atau pacific rim dan langsung berhadapan dengan negara tetangga. Selain itu, adanya rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 6600 mega watt di Kecamatan Long Peso, Kabupaten Bulungan dengan nilai investasi sekitar Rp170 triliun yang akan selesai dibangun pada tahun 2020. Airlangga mengatakan, potensi aluminium dan bauksit di pulau Kalimantan agar dapat dimanfaatkan secara optimal. "Dengan ditunjang oleh pembangunan PLTA, diharapkan mampu menyediakan energi listrik yang murah dan kompetitif untuk industri khususnya industri alumina dan turunannya," imbuh Airlangga. Sebelumnya, Menperin meminta PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk menambah investasi ke Kaltara karena potensi aluminium di daerah tersebut cukup besar. Di samping itu, ekspansi dilakukan untuk mendekati sumber energi, yakni PLTA di Kaltara. Menperin juga memastikan, hilirisasi dapat cepat tercapai jika industri mendapatkan harga energi murah, khususnya listrik dan gas. Pasalnya, industri merupakan sektor lahap energi baik untuk bahan bakar maupun produksi. (EKS/CityPost)


 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar