Jakarta, Indonesia | Wednesday, 25-04-2018

NEWS UPDATE

Keindahan Natuna Jadi Daya Tarik Film Jelita Sejuba

AL | Kamis,12 Apr 2018 - 15:46:31 WIB

Film Jelita Sejuba.foto.ist

Jakarta, CityPost - Film Jelita Sejuba tak ganya berupaya memikat penonton dengan alur ceritanya, tapi juga berupaya memperkenalkan keindahan Indonesia terutama Natuna yang merupakan salah satu pulau perbatasan kepada masyarakat

"Lewat film ini saya mempunyai misi untuk mengenalkan Natuna kepada masyarakat,  Selain itu, Natuna dikenal sebagai pulau yang mempunyai Sumber Daya Alam yang " kata Produser Film Jelita Sejuba, Marlia Nurdiyani dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Kamis (12/4/18).

Marlia menuturkan, sebagai gugus kepulauan terdepan paling utara Indonesia, Natuna menjadi perbatasan yang strategis dengan Cina, Vietnam, Thailand dan Malaysia.

Sayangnya Natuna belum dikenal oleh masyarakat secara luas. Padahal, mengenal batas-batas NKRI adalah salah satu cara penting untuk menjaga keutuhannya," ujarnya.

Marlia menjelaskan, dalam film Jelita Sejuba, Natuna bukan sekadar lokasi tempat kisah perjuangan cinta antara seorang perempuan Natuna bernama Sharifah yang diperankan Putri Marino dengan seorang prajurit Angkatan Darat bernama Jaka yang diperankan Wafda Saifan Lubis. Namun, Natuna merupakan simbol keteguhan hati dalam membela NKRI. Sama seperti Sharifah menerima risiko menikahi tentara, Natuna menjadi bagian dari NKRI bersama daerah-daerah lainnya.

Film yang sudah tanya selama sepekan ini mendapat berbagai tanggapan positif dati beberapa tokoh.

Menurut istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, film yang mengungkap kisah kehidupan istri prajurit TNI yang punya tantangan sendiri dalam berperan mendukung tugas suami sebagai penjaga kedaulatan negar

"Film ini menunjukkan betapa kecintaan terhadap bangsa ini membuat setiap orang ikhlas berkorban dan berkontribusi untuk Indonesia dengan cara-cara yang paling bisa mereka lakukan. Kecintaan terhadap negeri, lanjut Shinta, ditunjukkan Sharifah dalam keikhlasannya melepas sang suami dalam berbagai penugasan. Sementara melalui sosok Jaka, rasa cinta tanah air mewujud dalam darma baktinya kepada bangsa," tuturnya.

Penulis Naskah Jujur Pranant menambahkan, melalui kisah perjuangan Sharifah dan Jaka, ia ingin mengajak penonton lebih mencintai tanah air dengan merasakan betapa kekuatan dan perjuangan cinta itu nyata adanya.

"Semua tampak dalam beragam corak yang ditampilkan dalam film, baik corak budaya Melayu Kepulauan Riau dengan pemandangannya yang indah, ataupun corak loreng budaya militer TNI dimana setiap prajurit beserta keluarganya dilatih sejak dini mempunyai jiwa patriotik, dengan mendahulukan tugas negara diatas kepentingan segalanya," kata Jujur yang juga menulis skenario Petualangan Sherina, Ada Apa Dengan Cinta?, Aisyah, Boven Digoel, dan lain-lain. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar