Jakarta, Indonesia | Sunday, 22-07-2018

NEWS UPDATE

Kemenkes Akui Tak Mudah Turunkan Prevalensi Merokok

AL | Senin,07 Mei 2018 - 11:41:12 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Surabaya, CityPost - Salah satu target Nawacita adalah menurunkan prevalensi merokok. Namun, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugiantono, mengakui, target ini akan sulit tercapai kecuali dengan upaya sangat keras dan masif.

"Melihat berbagai data dan riset, prevalensi merokok meningkat tajam, prevalensi perokok 15 tahun ke atas dan perempuan meningkat," ujarnya dalam Konferensi Indonesia tentang Tembakau atau Kesehatan (ICTOH) Ke-5 di Surabaya, Senin (7/5/18).

Anung mengatakan, perokok pemula di Indonesia juga usianya semakin muda. Menurutnya permasalahan tersebut harus dipecahkan bersama bila ingin mewujudkan Nawacita, Kemenkes juga berupaya menumbuhkan kesadaran dan komitmen bersama masyarakat dan pemerintah

"Membangun kesadaran masyarakat akan hak lingkungan yang sehat dan bebas asap rokok, penting dilakukan pada masa kini dan masa depan," tuturnya.

Diketahui dari hasil Riset Kesehatan Dasar 2013, proporsi perokok terbesar berada pada usia 15 tahun hingga 19 tahun atau remaja, yaitu 7,1 persen. Bahkan, perokok berusia usia 10 tahun hingga 14 tahun juga ditemukan 1,4 persen. 

Pada penduduk usia 15 tahun ke atas dilaporkan terdapat peningkatan perilaku merokok dari 34,2 persen pada 2007 menjadi 36,3 pada 2013. Sedangkan, bila dilihat berdasarkan jenis kelamin, presentase pengguna rokok adalah 64,9 persen laki-laki dan 2,1 persen perempuan

Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional 2005, belanja bulanan rumah tangga perokok menempatkan kebutuhan belanja tembakau di urutan kedua (10,4 persen dari pendapatan keluarga) setelah padi-padian (11,3 persen dari pendapatan keluarga). Bahkan, pembelanjaan untuk tembakau setara dengan lima kali belanja daging, telur, susu, tiga kali biaya pendidikan; dan empat kali untuk keperluan kesehatan. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar