Jakarta, Indonesia | Friday, 14-12-2018

NEWS UPDATE

Kemenkes Tetapkan Wabah Difteri Jadi KLB

RWS | Kamis,07 Des 2017 - 20:08:55 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

Jakarta, CityPost – Wabah Difteri tengah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB-red) pasalnya infeksi bakteri tersebut memiliki efek yang serius pada selaput lendir hidung dan tenggorokan yang terkadang berpengaruh pada kulit.

Bakteri tersebut dikatakan dapat menghasilkan racun yang merusak jaringan pada manusia khususnya bagian hidung dan tenggorokan.

Saat ini Difteri dianggap penyakit yang serius, biasanya seseorang yang terkena Difteri akan dirawat dokter dengan segera dan secara agresif dengan memberikan obat antitoksin.

Melansir data Riskesdas 2007 dan 2013, mewabahnya bakteri Difteri disebabkan karena kuranganya partisipasi orangtua dalam memberikan imunisasi kepada anak-anak mereka. Difteri sendiri di Indonesia secara umum menyerang anak-anak. Kendati berbahaya, namun Difteri dapat diatasi dengan vaksin DPT yang diberikan untuk mencegah penularan.

Gejala awal mereka yang didiagnosa terkena Difteri adalah demam tidak tinggi, nafsu makan menurun, lesu, sakit saat menelan, selaput kelabu ditenggorokan atau hidung dan leher juga mengalami pembengkakan. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar