Jakarta, Indonesia | Sunday, 24-06-2018

NEWS UPDATE

Kementan Sarankan petani Coba Varietas Inpari

AL | Jumat,12 Jan 2018 - 13:16:54 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Grobogan, CityPost - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan Muhammad Syakir mengatakan bahwa petani di Indonesia perlu mencoba menanam bibit padi varietas terbaru, seperti inpari 30, yang jauh lebih unggul dibandingkan varietas lama.

"Varietas inpari 30 unggul dalam hal produktivitas karena per hektare tanaman padi bisa menghasilkan 10 ton gabah, sedangkan varietas lama, seperti ciherang, hanya menghasilkan 8 ton gabah per hektarenya." katanya dalam kunjungan kerja di Kabupaten Grobogan, Kamis (11/1/18).

Syakir menambahkan, inpari 30 juga lebih tanah terhadaap genangan air, sehingga cocok untuk daerah yang memang sering tergenang banjir. Bahkan, vaietas ini tahan terhadap genangan selama dua pekan dan tahan terhadap kekurangan air. 

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian juga memiliki benih tanaman padi yang unggul, ketika ditanam pada saat terjadi anomali iklim yang seharusnya musim kering, justru terjadi hujan kepanjangan.K ami sudah menyediakan varietas yang tahan terhadap hujan berkepanjangan, salah satunya impari 30," ujarnya.

Varietas unggul lainnya yang disediakan Kementan adalah inpari 33 yang diklaim tahan terhadap serangan wereng. Menutut Syakir  varietas tersebut cocok diperuntukkan untuk daerah yang endemik terhadap serangan hama wereng.

"Kami juga memiliki varietas lainnya, yang tentu memiliki keunggulan tersendiri untuk menjawab spesifikasi lokasi pertanian di Tanah Air. Apalagi sebagian daerah ada yang memiliki lokasi pertanian yang cukup air, ada pula di lahan kering, serta rawa," tuturnya.

Syakir mengatakan,pemerintah memang menggalakkan pemberian bantuan bibit tanaman padi secara gratis untuk mendorong petani menggunakan varietas terbaru, diharapkan ketika mengetahui keunggulannya petani akan beralih menggunakan varietas unggul tersebut.

"Kami targetkan, varietas inpari bisa digunakan oleh semua petani di Tanah Air pada tahun 2019, sedangkan varietas lama hingga kini memang masih mendominasi. Secara perlahan, kami akan mendorong petani beralih menggunakan varietas terbaru karena lebih menguntungkan," pungkasnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar