Jakarta, Indonesia | Thursday, 18-10-2018

NEWS UPDATE

Kementerian PUPR Perbaiki Fasilitas Publik di Lombok

AL | Selasa,21 Agus 2018 - 14:57:01 WIB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.foto.ist

Jakarta, CityPost - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memperbaiki fasilitas publik di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang rusak setelah gempa bumi beruntun mengguncang wilayah tersebutsejak tiga pekan lalu. Terakhir, terjadi gempa bumi berkekuatan 6,9 SR pada Minggu (19/8/19

"Untuk fasilitas publik, kami utamakan memperbaiki prasarana ekonominya, seperti pasar yang sudah mulai dikerjakan rekonstruksinya, yakni Pasar Tanjung dan Pasar Pemenang. Sementara, fasilitas umum lainnya seperti masjid, mushala, pasar, sekolah, dan perkantoran juga akan dibangun kembali dengan bangunan sementara," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (21/8/18.

Basuki menyebutkan, untuk perbaikan, pihaknya melibatkan sejumlah BUMN karya yakni PT Adhi Karya, PT Brantas Abipraya, PT Nindya Karya, PT Hutama Karya, PT PP, PT Wijaya Karya, dan PT Waskita Karya. Sedangkan untuk pembersihan, akan dilakukan tim BNPB, TNI, dan Polri sehingga tidak terjadi duplikasi pekerjaan.

"Kami dukung dengan suplai alat berat seperti dump truck. loader, dan ekskavator," ujar Basuki.

Sedangkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang rusak, pemerintah pusat telah menganggarkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk tiap kepala keluarga dan akan dilakukan dengan sistem swakelola untuk pembangunan rumah tahan gempa. Basuki menututrkan, hal tersebut juga sekaligus menjadi edukasi kepada masyarakat mengenai cara membangun konstruksi tahan gempa.

"Kami sudah mengirimkan 20 contoh bangunan rumah instan sederhana sehat (risha) bersama tim fasilitator 150 orang yang akan mendampingi masyarakat untuk membangun rumahnya, dan masih ada yang akan menyusul lagi,"tuturnya.

Basuki menjelaskan, pekerjaan ini merupakan program rekompak (rehabilitasi dan rekonstruksi masyarakat dan permukiman berbasis komunitas) yang pernah dilaksanakan pascabencana letusan Gunung Merapi pada 2006 di Yogyakarta. Tim fasilitator sebanyak 150 orang tersebut direkrut Ditjen Cipta Karya, ditambah dengan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) tematik dari beberapa universitas/perguruan tinggi negeri yang akan dilatih untuk membuat rumah instan sederhana. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar