Jakarta, Indonesia | Saturday, 23-06-2018

NEWS UPDATE

Kemkominfo Siapkan Satelit Untuk Pemerataan Sinyal Daerah 3T

GRY | Kamis,24 Mei 2018 - 17:16:36 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Informatika (Bakti) tengah menyiapkan satelit multifungsi demi mendukung pemerataan sinyal di daerah 3T (Terpencil, Terdepan, Tertinggal).

"Indonesia itu banyak lokasi terpencil, terluar. Makanya pemerintah harus hadir. Kami menciptakan skema bagaimana layanan telekomunikasi harus hadir di daerah terpencil," ujar Anang Latif, Direktur Utama Bakti, dalam acara Indonesia LTE Conference 2018 di Jakarta, Kamis (24/5/18).

Anang menuturkan, satelit multifungsi disiapkan agar jaringan daerah terpencil tidak selalu 2G, dan dapat mengejar perkembangan teknologi di kota besar. Tercatat, ada 149 ribu daerah terpencil yang masih kesulitan sinyal.

"Satelit multifungsi akan diadakan tahun ini. Ada lebih dari 140 ribu titik yang secara teknis tak bisa dijangkau secara terestrial dan fiber optic, sehingga satu-satunya solusi adalah satelit," katanya.

Anang berharap penyediaan satelit ini  bisa membantu aspek-aspek kehidupan seperti birokrasi dan edukasi di daerah 3T. 

"Pada 2012 (di sebuah daerah 3T) ditanya siapa presidennya, dijawab Gus Dur. Ini merupakan ketertinggalan informasi karena mereka tidak menerima siaran langsung di Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, masyarakat di daerah yang belum memiliki sinyal juga mengeluh pada Kemkomindo karena ketiadaan sinyal membuat mereka kesulitan berhubungan dengan kerabat yang merantau. Anang mengatakan, setelah infrastruktur telekomunikasi selesai dibangun, maka pemerintah akan memasuki pembangunan ekosistem digital. 

"Kita kemudian fokus pada kementerian lain untuk mendukung e-Government, UNBK, lalu untuk layanan puskesmas juga kita dorong, dan lain-lainnya," tambahnya.

Program pemerataan sinyal Bakti juga sesuai dengan visi Nawacita Presiden Joko Widodo, agar terciptanya layanan telekomunikasi berkualitas di daerah 3T. Anang menjelaskan, Bakti sendiri berperan sebagai perancang skema agar para perusahaan telekomunikasi tertarik membangun di daerah 3T. 

"Keyword kami adalah pemerataan. Bakti adalah scheme maker agar operator mau membuka layanan di daerah terpencil," ujarnya.

Anang juga menjelaskan Bakti memakai Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PKK-BLU)

"Ini semi BUMN, dan pemerintah masih mendominasi dalam pengambilan kebijakan," katanya. (GRY/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar