Jakarta, Indonesia | Monday, 21-05-2018

NEWS UPDATE

Kenya Pelajari Kebijakan Indonesia di Bidang Pangan dan Gizi

AL | Senin,02 Okt 2017 - 14:52:32 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Sebanyak delapan orang anggota delegasi pejabat tinggi Kenya berkunjung ke Indonesia untuk mempelajari desentralisasi kebijakan Indonesia dalam bidang pangan dan gizi 

Delegasi Kenya terdiri dari ahli senior dari satuan tugas penyusunan draf Strategi Pertumbuhan Sektor Pertanian dan Transformasi yang baru, serta perwakilan dari berbagai departemen di Kementerian Pertanian, Perikanan dan Peternakan, perwakilan dari Dewan Gubernur dan perwakilan dari pemuda. Kunjungan ini dapat terlaksana dengan difasilitasi Kerja Sama Selatan-Selatan Badan Pangan Dunia (FAO).

“Cukup berkesan bagi kami saat mempelajari mekanisme koordinasi antarsektor dan antarkementerian yang kuat  yang dimiliki Indonesia, dan bagaimana level pemerintah yang berbeda (Nasional, Provinsi dan Kabupaten) berhasil memberi layanan yang harmonis sampai ke level petani,” ungkap Muo Hamisi Williams selaku Ketua Delegasi Kenya, dan Penasihat Teknis Sekretaris Kabinet.

Willimas menuturkan, saat ini Kenya mengalami masa transisi pemerintahan menuju desentralisasi. Pemilihan Umum pada Maret 2013 menandai dimulainya proses desentralisasi di Kenya, bersamaan dengan penetapan 47 pemerintah daerah baru dengan gubernur terpilih dan dewan daerah. Ia mengakui, meski Kenya telah melakukan banyak langkah positif menuju implementasi sistem pelimpahan wewenang, transisi dan perubahan institusi masih menghadapi tantangan koordinasi, bahkan pelaksanaan layanan pertanian dan layanan lain sudah banyak yang dilimpahkan.

Sementara itu,  Mulat Demeke, selaku pejabat Kebijakan Senior di FAO Kenya dan kordinator studi banding mengatakan,  Kementerian Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kenya berupaya belajar dari pengalaman dan pengetahuan di negara-negara lain yang telah berhasil melakukan transisi ke sistem pemerintahan desentralisasi, salah satunya Indonesia. Sebelumnya, pada februari 2017, Menteri Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kenya bertemu dengan Direktur Jenderal serta koordinator program strategis dan direktur divisi di Roma untuk mendiskusikan cakupan studi banding. 

"Menindaklanjuti pertemuan tersebut, kami kemudian dihubungi oleh kementerian yang menyarankan tur untuk memahami dengan lebih baik pertanyaan tentang pelimpahan wewenang,” ujarnya.

Demeke menambahkan, studi banding ini diatur dalam kerangka program  “Dampak Ketahanan Pangan dan Gizi, Ketahanan, Keberlanjutan dan Transformasi (FIRST) yang didukung FAO dan Uni Eropa, yang bertujuan menyediakan mekanisme asistensi kebijakan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan nutrisi dan pertanian berkelanjutan".

Selama berkunjung ke Indonesia, delegasi Kenya bertemu dengan sejumlah pihak diantaranya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Koordinator Ekonomi, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Badan Urusan Logistik (Bulog), serta BUMN yang mengurusi pengadaan pangan, distribusi dan pengendalian harga untuk komoditas utama. Delegasi juga mengunjungi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mereka juga melakukan pertemuan pejabat daerah terkait mulai dari perencanaan, sektor pertanian, ketahanan pangan, peternakan, hortikutura, dan perikanan, institusi pertanian dan peternakan beserta para petani.(red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar