Jakarta, Indonesia | Sunday, 22-07-2018

NEWS UPDATE

Kepala BNPT Ajak Negara Anggota PBB Tngkatkan Peran Pemuda

AL | Senin,02 Jul 2018 - 10:07:56 WIB

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius.foto.ist

Jakarta, CityPost - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mewakili Indonesia berbicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) bertema `Strengthening International Cooperation to Combat the Evolving Threat of Terrorism`yang diikuti oleh para pemimpin badan anti teror dunia di kantor pusat PBB, New York, Amerika Serikat, pada 28-29 Juni 2018.

Dalam kesempatan itu, Suhardi mengajak semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meningkatkan peran pemuda dalam pencegahan terorisme, termasuk upaya kontra radikalisasi. Ia juga mengatakan bahwa negara anggota PBB punya peran penting utamanya dalam “strategic communication” dalam penyalahgunaan internet dan media sosial untuk tujuan-tujuan terorisme.

"Kami mengajak negara anggota PBB termasuk institusi PBB untuk dapat meningkatkan kerja sama internasional dalam penanggulangan terorisme. Untuk itu mari kita bersama-sama untuk menciptakan dunia yang damai dan harmonis," kata Kepala BNPT, seperti dalam siaran pers tang diterima di Jakarta.

Menurut Suhardi, BNPT sendir telah mendirikan Pusat Media Damai (PMD) di bawah program kontra-radikalisasi.Tujuan dari program ini adalah untuk menyebarluaskan kontra-narasi online dan offline dengan mempromosikan nilai-nilai toleransi dan moderasi, serta mengambil bagian dalam program ketahanan nasional mempromosikan falsafah negara Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam pertemuan ini, Suharadi berbicara pada sesi III dengan mengambil tema `Strengthening Global Action to Prevent Violent Extremism, Including by Engaging Youth and Preventing Misuse of New Technologies and the Internet by Terrorists`. Ia juga menyampaikan keberhasilan Indonesia dalam mengamenden Undang-Undang (UU) Pemberantasan Terorisme.

"Dimana Undang-Undang tersebut mengedepankan pendekatan berimbang antara pendekatan keras (hard approach) dan dengan pendekatan lunak (soft approach), sehingga termuat aspek-aspek pencegahan melalui kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi dan deradikalisasi," ujarnya.

Selama berada di Markas Besar PBB, Kepala BNPT juga melakukan pertemuan bilateral dengan berbagai pejabat PBB diantaranya dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres. Dalam pertemuan 9ni  menyampaikan beberapa perkembangan yang terjadi di Indonesia dalam hal masalah penanggulangan terorisme. Diantaranya adalah mengenai telah diselesaikan dan disahkannya Revisi UU Pemberantasan Terorisme.

Saat ini, BNPT juga sedang menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Penanggulangan Terorisme  dengan mengedepankan whole of government and whole of society approach. RAN bertumpu pada empat pilar, yakni pencegahan, deradikalisasi, penegakan hukum dan penguatan legislasi, serta kemitraan dan kerja sama internasional. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar