Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

Kepsek Kragilan Tanggapi Berita Media Online Setempat

Hen | Selasa,06 Nov 2018 - 17:58:58 WIB

Foto ist/WE

Serang, CityPost - Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Kragilan 1, Buang, S.Pd, Jl. Raya Jakarta-Serang, Kec. Kragilan, Kab. Serang, Banten, Selasa (06/11) di kantornya, menyampaikan tanggapannya terhadap pemberitaan di salah satu media online. Menurutnya, berita yang ditayang pada media online tersebut, bukan berarti salah, tetapi kurang pas dalam menafsirkan apa yang disampaikannya saat dirinya dikonfirmasi oleh rekan jurnalis itu, ungkapnya.

Diakuinya wartawan media yang mengkomfirmasi hasil pelaksanaan Rehabilitasi 10 ruang belajar sekolahnya, dari program bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, dengan anggaran senilai Rp. 794.481.000, dari Dana APBN Tahun Anggaran 2018, dikerjakan Swakelola (Tim Pelaksana Rehabilitasi) yang dimulai dari bulan Agustus sampai November 2018.

“Ternyata, sekali lagi saya anggap rekan media tersebut, dalam mengutip apa yang saya sampaikan menjadi kurang pas dalam menafsirkannya, sehingga muatan berita itu jadi lain jika kemudian diartikan dari sudut pandang yang berbeda. Kalau saya menanggapinya tidak salah, tetapi hanya kurang pas menafsirkan apa yang saya jelaskan,“ ucap Buang.

Dijelaskannya, bahwa pelaksanaan terkesan dipaksakan dan suit anggaran. Hal pertama dipaksakan, boleh ya, karena situasional. Karena ketika sekolah direhab, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) harus numpang di SDN Kragilan 5, sementara SDN Kragilan 5 di Desa Sentul, Kragilan, juga akan mulai direhab. “Mau tidak mau, kami harus kebut agar ruang belajar secepatnya dan dapat digunakan untuk KBM, artinya KBM jangan sampai terganggu karena numpang di sekolah lain,” jelas Buang.

”Memang petukang kita minta secepatnya bisa menyelesaikan ruang belajar, agar tidak sampai mengganggu KBM dan lama menumpang di SDN Kragilan 5, ternyata petukang juga bisa paham dan Alhamdulillah KBM tidak sampai terganggu lama,” terang Kepsek.

Hal kedua, lanjut Kepsek, soal suit anggaran, kami (swakelola) anggaran untuk 10 ruang belajar, dengan kondisi 2 ruang belar lainnya berikut, ruang guru dan mushola sudah tidak layak pakai. “Kami minta pendapat konsultan dan pihak terkait lainnya, ternyata mendapat respon positif, sehingga kami rehab 12 ruang belajar, tambah ruang guru dan mushola, ujarnya.

“Menurut saya hal itu sudah sesuai Juklak dan Juknis atas persetujuan pihak terkait dan Konsultan Pengawas, saya anggap tidak menyalahi aturan,” tandas Kepsek.

”Saya kira penambahan rehab ruang belajar, ruang guru dan mushola atas koordinasi dan persetujuan pihak terkait dan konsultan, sudah dapat dianggap sesuai dengan Juklak Juknis, dan tidak menyalahi aturan, namun sisi lain yang baik kita lakukan belum tentu baik bagi orang lain,” ujar Buang.

Selanjutnya Buang menjelaskan, perihal rangka baja yang digunakan tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). “Kami memesan rangka baja ringan dari material yang sekolah lain juga memesan dari pengusaha material yang sama, berarti material (rangka baja) yang kami gunakan juga sama dengan sekolah lain, yang menurut kami rangka baja tersebut sudah sesuai dengan SNI, dan tidak ada masalah. Karena rata-rata sekolah lain juga menggunakan sama seperti yang kami pesan,” tandasnya.(Hen/ist-mmWE)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar