Jakarta, Indonesia | Sunday, 16-12-2018

NEWS UPDATE

Ketua DPR Tanggapi Kritik Prabowo Untuk Media

WDP | Kamis,06 Des 2018 - 13:34:21 WIB

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.foto.ist

Jakarta, CityPost - Reuni Akbar 212, Minggu (2/12/18) sudah berlalu dan berjalan tertib. Namun ada kritik dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk media terkait pemberitaan Reuni 212, yang digelar di Monas. Capres nomor urut 02 itu menyoroti perihal penulisan jumlah massa oleh beberapa media. Kritik keras pun dilontarkan Prabowo kepada awak media.

Menanggapi kritik Prabowo tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ketua DPR Bambang Soesatyo menjelaskan bahwa jurnalis dan pemimpin redaksi tiap-tiap media mempunyai kebebasan dalam menentukan topik apa yang akan diberitakan. Menurutnya diri paham mengenai etika jurnalis karena sebelum menjadi pejabat negara dirinya merupakan seorang jurnalis.

"Saya hanya bisa menjawab sebagai saya mantan jurnalis. Jurnalis punya kebebasan dan saya mantan pemimpin redaksi bebas menentukan topik apa yang mau diangkat sesuai dengan misi koran atau media yang saya pimpin," kata Bamsoet di Komplek DPR, Jakarta, Kamis (6/12/18). 

Lebih lanjut pria yang biasa di sapa Bamsoet ini menjelaskan 
yang terpenting dalam pemberitaan pada media ialah peran media itu sendiri untuk dapat memberikan pendidikan dan informasi yang akurat pada masyarakat. Dia pun menyebut ada tiga misi media yaitu menyampaikan informasi yang benar, mencerdaskan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan.

"Tapi yang penting yang menjadi patokan seorang pemimpin redaksi, redaktur, maupun pemilik media adalah satu memberikan pendidikan kepada masyarakat, yang kedua memberikan informasi yang benar dan tepat, yang tiga memiliki misi mencerdaskan bangsa dan menjaga persatuan dan kesatuan," ucap Bamsoet.

Sebelumnya, Prabowo mengkritik media dan pers yang tidak memberitakan acara reuni 212. Padahal, menurut Prabowo, acara tersebut merupakan acara yang penting yang dihadiri oleh 11 juta orang. Prabowo mengatakan ada media yang memberitakan hanya 15.000 orang yang hadir dan mereka tak berhak menyandang predikat sebagai jurnalis meskipun Prabowo tidak menjelaskan dari mana angka 11 juta orang tersebut.

"Saya tidak mengakui Anda sebagai jurnalis. Saya sarankan kalian tidak usah hormat sama mereka lagi. Mereka hanya anteknya orang yang ingin hancurkan Republik Indonesia," kata Prabowo di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/12/18).

Prabowo juga menuding banyak media massa yang menjadi bagian upaya memanipulasi demokrasi dengan mencuci otak masyarakat dengan memberitakan kebohongan, daripada memberitakan kebenaran.

"Tiap hari ada kira-kira 5 sampai 8 koran yang datang ke tempat saya. Saya mau melihat bohong apalagi nih. Saya hanya mau lihat itu. Kebohongan apalagi yang mereka cetak. Dan puncaknya adalah kemarin hari minggu. Mereka menelanjangi diri mereka di hadapan rakyat Indonesia. Ada belasan juta mereka tidak mau melaporkan," ungkap Prabowo.(WDP/CityPost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar