Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

KHLK: Kasus Minyak Tumpah di Balikpapan Bisa Diproses Hukum

AL | Rabu,11 Apr 2018 - 14:45:54 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rasio Ridho Sani menegaskan, siapapun Pihak yang terbukti bersalah terkait tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur bisa dikenalam sanksi pidana, perdata maupun administratif.

Rasio mengungkapkan bahwa KLHK sudah mengerahkan tim pengkajian sejak Sabtu (2/4/18) lalu, namun hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian dan menunggu hasil tim di lapangan sebelum pihak yang dianggap bertanggung jawab diberikan sanksi. 

"Bisa saja dikenakan sanksi administratif, perdata maupun pidana," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selasa (10/4/18).

Rasio menyebutkan, kajian tersebut dilakukan untuk mengetahui luas area laut yang tercemar, jenis satwa yang terpapar dampak tumpahan minyak, hingga nilai kerugian yang ditimbulkan atas persoalan tersebut. Rasio menekankan, sanksi diberikan kepada pihak yang paling bertanggung jawab agar kejadian serupa tidak terulang. Kalaupun kejadian serupa terulang kembali, maka setidaknya bisa ditangani dengan cepat.

"Kami sedang mendalami tindakan hukum apa yang akan kami lakukan guna mencegah agar tidak terulang kembali, termasuk langkah-langkah perbaikan yang harus dilakukan pihak-pihak yang melakukan pelanggaran," tuturnya.

Mengenai batas wanktu pengkajian, Rasio mengkui pihkanya belum bisa memastikan bahwa 10 hari cukup untuk mendapatkan hasil kajian karena, banyak tahapan yang harus dilewati. 

"Kami tidak bicara hari, semakin cepat (selesai) semakin baik. Kami sudah terjunkan tim ada sekitar 40 orang diterjukan di lokasi yang terdiri dari orang-orang ahli, penyelam, pengambil sampel, tim modeling sudah bekerja seminggu lebih di lapangan. (Prosesnya) kami juga harus kirim data ke lab (laboratorium), lalu lab menganalisis, kemudian panggil tim ahli untuk dihitung (kerugian)," katanya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar