Jakarta, Indonesia | Thursday, 18-10-2018

NEWS UPDATE

Komisi Yudisial Loloskan 25 Calon Hakim Agung

AL | Rabu,10 Okt 2018 - 13:19:14 WIB

Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial, Aidul Fitriciada Azhari.foto.ist

Jakarta, CityPost - Komisi Yudisial (KY) secara resmi meluluskan 25 calon hakim agung (CHA) dari 81 peserta seleksi kualitas CHA Tahun 2018.

"Penetapan kelulusan seleksi kualitas tersebut ditetapkan dalam Rapat Pleno Komisi Yudisial CHA Tahun 2018 hari Selasa (9/10/18) kemarin," kata Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Aidul Fitriciada Azhari di Jakarta, Rabu (10/10/18). 

Aidul menjelaskan dari 25 CHA yang dinyatakan lulus seleksi kualitas tersebut, 16 orang diantaranya ikut seleksi dari jalur karier dan 9 orang dari ikut seleksi dari jalur nonkarier. Berdasarkan kamar yang dipilih, sebanyak enam orang CHA lulus seleksi kualitas di kamar Pidana, 11 orang CHA lulus seleksi kualitas di kamar Perdata, empat orang CHA lulus seleksi kualitas di kamar Agama, dua orang CHA lulus seleksi kualitas di kamar Tata Usaha Negara khusus pajak, dan dua orang CHA lulus seleksi kualitas di kamar Militer.

"Berdasarkan kategori jenis kelamin, sebanyak 22 orang calon merupakan laki-laki dan hanya tiga orang perempuan yang lolos," ujarnya.

Sedangkan dari profesi CHA yang lulus seleksi kualitas, sebanyak 16 orang adalah hakim karir, empat orang akademisi, dan lima orang berprofesi lainnya. Aidul menambahkan, CHA yang lulus seleksi kualitas berhak mengikuti Seleksi Tahap III, yaitu seleksi kesehatan dan kepribadian.

"Khusus materi yang diujikan pada seleksi kepribadian meliputi asesmen kompetensi dan kepribadian, rekam jejak, dan masukan dari masyarakat," tuturnya.

Terkait dengan penelusuran rekam jejak, Aidut mengatakan KY bekerja sama dengan KPK terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan aliran dana yang tidak wajar dari CHA. Seleksi CHA ini dilakukan untuk mengisi delapan jabatan orang hakim agung dengan rincian satu orang untuk kamar Pidana, satu orang untuk kamar Agama, dua orang untuk kamar Militer, tiga orang untuk kamar Perdata, dan satu orang untuk kamar Tata Usaha Negara khusus pajak. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar