Jakarta, Indonesia | Monday, 22-10-2018

NEWS UPDATE

Komix Dikonsumsi Sebagai Pengganti Narkoba

AL | Selasa,13 Feb 2018 - 15:57:53 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Ambon, CityPost - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon terus mengawasi penjualan obat batuk cair Komix di apotik, toko obat, dan pedagang besar farmasi di Provinsi Maluku karana obat batu tersebut kerap dikonsumsi sebagai pengganti narkoba.

"Obat batuk Komix merupakan obat bebas terbatas yang boleh dijual tanpa resep dokter di toko obat dan apotik. Karena obat bebas maka disalahgunakan oleh para pemuda sebagai pengganti narkoba, karena Komix mengandung dextrometorfan," kata Kepala BPOM Ambon, Sandra Linthin, Senin (12/2/18).

Sandar menuturkan, penyalahgunaan obat batuk Komix marak digunakan para pemuda Ambon dengan mencampurkan obat pada minuman bersoda. 

"Sebenarnya sifat obat batuk Komix tidak sampai pada ketergantungan tetapi jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan seperti efek fly," jelasnya.

Sandra mengatakan BPOM juga telah mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan penyimpanan dan penjualan Komix. 

"Kami telah mengirimkan surat edaran ke seluruh apotik dan toko obat untuk membatasi penjualan Komix yang dibatasi untuk satu pembeli hanya sembilan sachet dan tidak boleh lebih, dengan asumsi 1 hari 3 kali konsumsi dan minimal tiga hari penggunaan," tuturnya.

Sandra memastikan pihaknya terus juga berupaya memotong mata rantai pengunaan Komix sebagai pengganti narkoba dengan membatasi distribusi yakni apotik, toko obat dan pedagang besar farmasi diminta untuk membuat laporan penjualan Komix setiap bulan. 

"Langkah ini kami sudah buat agar tidak ada celah untuk membeli obat tersebut menggunakan orang lain, karena itu kita telah meminta mereka untuk membuat laporan setiap bulan, dalam rangka memotong rantai suplay," ujarnya.

Sandra menambahka BPOM juga akan meningkatkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) berupa dampak dari penyalahgunaan obat komix yang dapat menyebabkan efek ketergantungan dan ternganggunya sistem saraf apabila dikonsumsi dengan berlebihan. 

"Namanya penyalahgunaan obat, pastinya akan menyebabkan ternganggunya sistem saraf sehingga berbahaya sekali apabila dikonsumsi secara berlebihan, kita berupaya memberikan pemehaman agar anak muda dapat memahami dengan baik," katanya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar