Jakarta, Indonesia | Wednesday, 25-04-2018

NEWS UPDATE

Kondisi Jembatan Widang Masih Berbahaya Untuk Mencari Korban

AL | Selasa,17 Apr 2018 - 16:30:48 WIB

Kondisi Jembatan Widang penghubung Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban - Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan yang ambruk pada Selasa (17/4/18) sekitar pukul 11.05 WIB.foto.ist

Tuban, CityPost - Kondisi Jembatan Widang penghubung Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur setelah ambruk karena patah pada Selasa (17/4/18) sekitar pukul 10.15 WIB masih bisa bergerak ke bawah sehingga masih berbahaya untuk melakukan pencarian korban. Kondisi tersebut disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Tuban AKP Eko Iskandar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiyono, dan petugas lapangan, di lokasi ambruknya jembatan Widang.

"Jembatan masih bergerak jadi berbahaya kalau kita mencari korban dengan menyelam," kata seorang petugas yang ada di bawah jembatan

Kanit Reskim Polsek Widang Ipda Pol Ramlih menerangkan, jembatan Widang bagian barat yang menyeberangi Bengawan Solo itu, patah sekitar pukul 10.15 WIB tadi.

"Suara jembatan berderak keras, kemudian tiga truk terjungkal masuk Bengawan Solo, sedangkan dua pengendara sepeda motor yang sekarang diamankan di polsek selamat, tetapi sempat pingsan," ujarnya.

Ramlih mengaku dirinya juga sudah meminta keterangan kepada dua korban itu. Namun, AKP Eko Iskandar dan Joko Ludiyono mengaku belum tahu pasti jumlah korban dalam kejadian jembatan itu.

"Kita belum tahu pasti berapa jumlah korbannya," ujarnya.

Berdasarkan informasi dari lokasi jembatan kejadain, dua pengendara sepeda motor dengan nomor polisi L 3466 DJ yang selamat yaitu Ubaidillah Maksum warga Desa Rembes, Kecamatan Palang, Tuban, dan Afifudin (20) warga Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Tuban. Sedangkan, pengemudi truk dengan nomor polisi S 8569 UE atas nama Samsul Arif (52), asal Trowulan, Mojokerto, menderita luka-luka. 

"Saya yang membawa korban Samsul Arif ke Puskesmas Widang," kata petugas Puskesmas Widang, Tuban, Alimin.

Petugas penyelamat termasuk warga di lokasi kejadian juga menemukan pengemudi truk atas nama Mukhlisin (48), warga Desa Banter, Kecamatan Banjer, Gresik, dalam kondisi meninggal dunia. Mukhlisin dikeluarkan dari dalam truk yang tercebur ke dalam Bengawan Solo dan tertimpa sebuah truk lainnya.

Selain itu, petugas juga berhasil mengevakuasi sebuah sepeda motor dengan nomor polisi L 3466 DJ. 

"Nomor kendaraan truk lainnya belum kami ketahui sebab di dalam air," ujar Yusron, warga sekitar tempat kejadian yang ikut membantu proses evakuasi. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar