Jakarta, Indonesia | Monday, 20-08-2018

NEWS UPDATE

Kontroversi: Duterte Ancam Bunuh Poliisi Korup

RWS | Kamis,09 Agus 2018 - 03:19:05 WIB

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte/ Foto ist.

CityPost – Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang selama ini dikenal memiliki kebijakan kontroversional kembali menjadi perhatian masyarakat dunia usai melayangkan ancaman akan membunuh polisi yang melakukan korupsi.

Sebelumnya, kebijakan kontroversi Duterte terkait dengan penanganan dan pemberantasan narkoba di Filipina hingga menewaskan sejumlah pengedar dinegara itu.

Dalam siaran yang ditayangkan sebuah stasiun televisi setempat, Duterte tidak hanya mengancam akan membunuh polisi yang terlibat korupsi, mereka (polisi-red) yang terlibat narkoba dan kejahatan lainnya juga tak luput dari ancaman pembunuhan.

Melansir keterangan pejabat kepolisian setempat, disebutkan saat ini ada 100 polisi yang tengah menghadapi tuntutan administratif dan pidana termasuk kejahatan perkosaan, penculikan dan perampokan, mereka dikawal ke Istana Presiden untuk bertemu dengan Duterte.

“Jika kami akan tetap seperti ini, saya benar-benar akan membunuhmu,” tegas Duterte kepada polisi saat siaran melalui jaringan televisi lokal.

Sebelumnya, kasus kejahatan yang melibatkan polisi sempat dibahas dan ditindak oleh Duterte saat kebijakan keras penumpasan narkoba dilakukan. Banyak laporan pelanggaran yang diterimanya. Kendati demikian, Duterte masih memberikan mereka kesempatan bergabung kembali dengan pemberantasan narkoba saat itu.

Sementara itu, menanggapi kasus-kasus yang melibatkan polisi, Duterte sendiri mengaku sudah mempersiapkan tim khusus yang akan mengawasi dan mengeksekusi perintahnya.

“Saya punya unit khusus yang akan mengawasimu seumur hidup dan jika kamu melakukan kesalahan kecil sekalipun, saya akan meminta agar kamu dibunuh,” tegasnya.

Untuk mengatisipasi adanya protes dan para penggiat HAM, Duterte menjelaskan bahwa saat ini semua diumumkan dan sudah diperingatkan, oleh karenanya jika nantinya kebijakan dan eksekusi berjalan dia minta HAM tidak meneriaki dirinya.

“Jika para orang-orang ini mati, jangan datang kepada kami dan meneriakan HAM, proses hukum yang baik karena saya sudah memperingatkan anda,” ujarnya.

Duterte sendiri pernah dikecam oleh penggita HAM terkait kebijakan pemberantasan narkoba yang telah menewaskan sebanyak ribuan orang yang umumnya merupakan tersangka narkoba dan tewas saat baku tembak dengan polisi anti narkoba.

Saat ini Duterte menegaskan dirinya siap dipenjara jika masa jabatannya sudah berakhir terkait semua kebijakan yang telah diterapkannya dalam menegakkan kampanye anti narkoba. Dia juga membantah telah melakukan pembunuhan diluar hukum.

Diketahui sebelumnya dalam kampanye anti narkoba, sebanyak 150.000  tersangka sudah ditangkap dan puluhan penegak hukum tewas dalam aksi penggerebekan narkoba. Hal itu disebut sebagai bukti bahwa perang melawan narkoba masih menjadi masalah besar. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar