Jakarta, Indonesia | Tuesday, 22-05-2018

NEWS UPDATE

Korut Anggap Sanksi PBB Sebagai Tindak Perang

RWS | Senin,25 Des 2017 - 17:10:12 WIB

Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho/ foto ist

CityPost – Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho melalui lembaga kementerian yang dipimpinnya menyampaikan sanksi terbaru PBB untuk negaranya dikatakan sebagai satu Tindak Perang dan merupakan blokade ekonomi.

Hal itu mencuat kepublik pasca kantor berita resmi Korea Utara KCNA melaporkannya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan Pyongyang menolak sama sekali resolusi itu dan menyebutkan itu merupakan teror Amerika Serikat terhadap keberhasilan program nuklir dan misilnya.

Bahkan saat ini Pyongyang menantang pernyataan Amerika Serikat dengan mengatakan jika ingin selamat harus bisa idup berdampingan dengan Korea Utara.

“kalau Amerika ingin hidup dengan selamat, Amerika harus menghentikan kebijakan permusuhan dan belajar hidup berdampingan dengan negara yang mempunyai senjata nuklir,” tegasnya.

Dalam pernyataan itu juga disebutkan negara-negara yang mendukung resolusi sanksi itu akan dianggap sama sekali bertanggung jawab atas semua konsekuensinya nanti dan Pyongyang akan memastikan mereka semua menanggung resikonya yang sangat berat.

Sebelumnya, pada Jumat (22/12) PBB dengan sura bulat tengah mensahkan sanksi terbaru bagi Korea Utara dengan mensasar sektor yang dijadikan sumber dana dalam menjalankan program senjata terlarangnya.

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley mengatakan pihaknya akan terus mengimbangi pilihan agresif Kim dengan sanksi internasional.

“Sebagaimana kita lakukan selama ini, kita akan terus mengimbangi pilihan tindakan agresif rejim Kim dengan tindakan sanksi internasional,” ujar Haley. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar