Jakarta, Indonesia | Sunday, 23-09-2018

NEWS UPDATE

Korut Enggan Dialog Jika Ditentukan Dengan Syarat

RWS | Kamis,01 Mar 2018 - 03:32:08 WIB

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un/ Foto ist.

CityPost -  Pemerintah Korea Utara masih enggan bertemu dan berkomunikasi dengan pihak Amerika Serikat. Suhu panas diantara kedua negara masih terus bergulir dan selalu menemukan jalan buntu saat sesi dialog hendak dilaksanakan.

Pyongyang saat ini dikabarkan tidak akan mempertimbangkan prasyarat dari AS terkait prospek perundingan damai secara langsung. Hal itu disampaikan melalui delegasinya di Korea Selatan saat perhelatan Olimpiade Musim Dingin berlangsung.

Dikabarkan Olimpiade saat ini tengah memunculkan gelombang baru dalam manuver diplomatik yang membawa pemanasan hubungan antara Utara dan Selatan yang akhirnya memicu munculnya tawaran pembicaraan antara pihak Amerika Serikat dengan Korea Utara.

Namun, pada Senin lalu, Presiden Donald Trump mengatakan, perundingan hanya akan bisa dilakukan dibawah kondisi yang benar pasca para pejabat Korut melakukan denuklirisasi. Sayangnya tak selang berapa lama pernyataan Trump, Pyongyang menanggapinya dengan serius dan mengatakan bahwa posisi negaranya seperti yang tertuang dalam pembicaraan sebelumnya antara delegasi Korea Utara yang menghadiri upacara penutupan pertandingan dan pejabat pemerintah senior Korea Selatan.

Melansir keterangan Juru Bicara Kepresidenan, parlemen Korea Selatan, Kepala Kantor Keamanan Nasional, wakil Menteri Kementerian Unifikasi dan pejabat penting Seoul mengadakan pertemuan untuk membahas isu nuklir tersebut.

Kepala Delegasi Korea Utara, Kim Yong Chol mengatakan bahwa Pyongyang telah menunjukkan kesediaan mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat dalam berbagai kesempatan, dia menekankan bahwa tidak ada prasyarat yang harus dilampirkan pada perundingan, yang artinya Pyongyang tidak akan meminta agar Korsel dan AS mengakui Korut sebagai negara berkekuatan nuklir.

Hal itu dikatakan tengah menunjukkan bahwa rezim Kim Jong Un tidak akan menerima tuntutan pertanyaan tentang senjata nuklirnya terbuka untuk kemudian diperdebatkan ke publik. Pihaknya bersikeras senjata nuklir miliknya akan digunakan untuk mencegah dan melindungi kedaulatan negaranya dari musuh seperti AS dan tidak dapat disertakan dalam diskusi apapun. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar