Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

KPK Bantu Kejati Jabar Tangkap Koruptor DPO

AL | Jumat,09 Nov 2018 - 15:27:01 WIB

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.foto.ist

Jakarta, CityPost - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantu Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pencarian dan penangkapan terpidana perkara korupsi yang buron, salah satunya atas nama Didi Supriadi (DS) yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia merupakan terpidana tindak pidana korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tahun 2010 di PT BNI SKC Bandung pada peternak sapi Grup Simpang Jaya Dua dengan plafon Rp 25 miliar

"KPK melalui Unit Koordinasi dan Supervisi Penindakan (Korsup Penindakan) telah memfasilitasi tim dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam pencarian dan penangkapan DPO atas nama Didi Supriadi. Hal ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi `trigger mechanism` yang diamanatkan UU KPK," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jum`at (9/11/18).

Didi ditangkap di sebuah rumah kos yang berada di daerah Kerten, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. Febri mengungkapkan, penangkapan dilakukan oleh tim dari Kejaksaan Negeri Surakarta dan tim Koorsup Penindakan KPK pada 8 November 2018 sekitar pukul 22.50 WIB.

Terpidana Didi dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tipidkor Bandung nomor 28/Pid.Sus/TPK/2016/PN.Bdg dan diperkuat dengan putusan banding nomor 32/Tipikor/2016/PT.Bdg. Didi diganjar hukuman pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dan pidana denda Rp 200.000.000 subsider penjara 3 (tiga) bulan serta membayar uang pengganti Rp 12.305.510.632 subsider penjara 5 (lima) tahun.&nbsp;<br />

"Didi Supriadi diamankan di Kejaksaan Negeri Surakarta. Selanjutnya, pada tanggal 9 November 2018, Jaksa Eksekusi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat membawa Didi Supriadi dari Kejaksaan Negeri Surakarta ke Bandung untuk dieksekusi," ujar Didi.

Febri mengatakan, KPK memfasilitasi pencarian DPO sejak diterima permintaan bantuan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pada Januari 2016.

"Selama pencarian, DPO selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya. Pada saat tim lapangan KPK mendapatkan informasi mengenai keberadaan DPO, KPK bersama Kejaksaan Negeri Surakarta langsung menangkap dan mengamankan terpidana di wilayah hukum Kota Surakarta," jelasnya.

Febri menambahkan, penangkapan DPO atas nama Didi Supriyadi merupakan bentuk sinergi antara KPK dan Kejaksaan dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar