Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

KPPPA: Hak Perempuan Pekerja Migran Banyak Dilanggar

AL | Rabu,07 Nov 2018 - 10:38:51 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Vennetia R Danes mengungkapkan pelanggaran terhadap hak perempuan pekerja migran lebih banyak terjadi dibandingkan pada pekerja migran laki-laki. Padahal, jumlah perempuan pekerja migran yang bekerja sesuai prosedur lebih banyak (30 persen) daripada laki-laki (21 persen).

"Penyebabnya antara lain karena pendidikan pekerja migran perempuan yang rendah, mental yang kurang siap dan informasi migrasi aman yang kurang," ujar Vennetia dalam siaran pers KPPPA, Rabu (7/11/18).

Vennetia mengatakan, selain dilanggar haknya, perempuan pekerja migran juga lebih banyak mengalami diskriminasi dan kekerasan daripada pria pekerja  Hal itu mendorong pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan kualitas pekerja migran melalui berbagai terobosan, antara lain penerapan mekanisme seleksi yang ketat, serta peningkatan pendidikan dan keterampilan serta profesionalitas di bidang tertentu pada perempuan calon pekerja migran.

"Selain itu juga melalui berbagai perbaikan peraturan dan pelayanan dalam rangka meningkatkan perlindungan pekerja migran perempuan sejak perekrutan hingga kembali pulang ke Tanah Air," tambahnya.

KPPPA juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2010 tentang Panduan Umum Bina Keluarga Tenaga Kerja Indonesia dan Petunjuk Teknis Penerapan Kebijakan Bina Keluarga Tenaga Kerja Indonesia. Peraturan tersebut bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan terkait perempuan pekerja migran melalui peningkatan ketahanan keluarga, peningkatan pemberdayaan ekonomi keluarga, dan penumbuhan jiwa kewirausahaan. (red/ist)




Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar