Jakarta, Indonesia | Saturday, 17-11-2018

NEWS UPDATE

Kuasa Hukum Trump Sebut Bintang Porno Dibayar Biaya Sendiri

RWS | Kamis,15 Feb 2018 - 21:16:43 WIB

Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Stephanie Clifford (kanan)/ foto ist

CityPost – Pengacara pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Mihcael Cohen  menyampaikan perihal seorang bintang porno yang pernah mengaku menjalin hubungan esksual dengan Trump dua belas tahun lalu dibayar dari kantongnya sendiri sebesar 130 ribu dolar.

Cohen mengatakan dia membayar Stephanie Clifford yang biasa dikenal dengan nama samaran Stormy Daniels sebelum pemilihan presiden pada 2016 lalu merupakan bagian dari kesepakatan rahasia.

“Dalam sebuah transaksi tertutup pada 2016, saya menggunakan dana pribadi sebesar 130 ribu dolar untuk membayar Stephanie Clifford,” ujar Cohen.

Sementara itu, Cohen menyebutkan, Trump Organization atau perusahaan induk bisnis Trump dan kubu kampanye kepresidenan Trump tidak terlihat dalam transaksi itu. Menurutnya, dia tidak memperoleh kompensasi atas pembayaran tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung.

Cohen sendiri diketahui telah menjadi pengacara Trump selama lebih dari 10 tahun dan selalu berkomitmen untuk selalu melindungi kepentingan kliennya. Dia tidak menyebutkan apakah Trump tahu mengenai pembayaran tersebut namun pernah membantah kalau Trump pernah berhubungan intim dengan Clifford.

Seperti yang dilansir The Wall Street Journal, semula kejadian dilaporkan pada Januari silam. Clifford dibayar pada Oktober 2016 sebagai imbalan untuk tidak mengungkapkan informasi mengenai hubungan intim yang pernah dilakukannya dengan Trump.

Setelah muncul laporan tersebut, kelompok pengawas pemerintah Common Cause lalu mengajukan pengaduan tersebut kepada Komisi Pemilu Federal untuk meminta dilakukannya penyelidikan mengenai sumber pembayaran itu. Berdasarkan pengaduan yang ada, pembayaran tersebut semacam sumbangan untuk kampanye Trump yang seharusnya dicantumkan dalam laporan resmi yang diungkapkan kepublik. Seperti yang dilansir melalui Voice of America. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar