Jakarta, Indonesia | Saturday, 18-08-2018

NEWS UPDATE

Kunjungan Staquf Ke Israel Dikecam Palestina

RWS | Kamis,14 Jun 2018 - 15:42:37 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

CityPost – Kementerian Luar Negeri Palestina kabarnya saat ini mengeceam kunjungan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf yang notabene merupakan Sekjen Nahdlatul Ulama saat menghadiri undangan konferensi hubungan Yahudi-Amerika (AJC) di Yerusalem.

Melalui keterangan resminya yang diposting di laman Kemenlu Palestina, pihak Kementerian Luar Negeri Palestina, Mohammed Bader mengatakan bahwa partisipasi Staquf dalam acara tersebut menjadi sebuah pukulan bagi negara Palestina dan Yerusalem ditengah pendudukan Israel diwilayah Yerusalem tersebut.

“Partisipasi delegasi juga bertentangan dengan posisi pemerintah Indonesia dan orang-orang yang ramah di Indonesia, yang selalu menyatakan penolakan mereka terhadap pendudukan dan kebijakannya, menghubungkan setiap perkembangan atau perubahan dalam hubungan dengan mengakhiri pendudukan Israel atas semua orang Palestina dan wilayah Arab dan pembentukan negara Palestina dengan ibukotanya Alquds Alsharif (Yerusalem) sesuai dengan Prakarsa Perdamaian Arab dan resolusi yang relevan dari legitimasi internasional,” dikutip dari keterangan Kemenlu Palestina pada Rabu (13/6) kemarin.

Kendati demikian, pihak Palestina hingga kini menganggap keputusan partisipasi Staquf ke Israel merupakan keputusan pribadi yang tidak akan mempengaruhi hubungan bilateral antara Indonesia dan Palestina bahkan rakyatnya masih menghormati dan menghargai Indonesia yang dianggap sebagai negara ramah.

“Pihak Palestina menganggap peristiwa ini sebagai bagian dari kampanye Israel menyesatkan yang ditujukan untuk tampil dengan wajah yang beradab dan budaya yang menyerukan perdamaian, konvergensi dan dialog antar agama. Pada saat Israel telah bertahan selama beberapa dekade dengan pelanggaran dan kejahatan terhadap rakyat Arab Palestina dari Muslim dan Kristen dan kesuciannya di Yerusalem dan seluruh Palestina,” tulis keterangan  pihak Kemenlu Palestina. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar