Jakarta, Indonesia | Friday, 25-05-2018

NEWS UPDATE

Lapas Meulaboh Siap Jadi Tempat Ekseksui Cambuk

AL | Rabu,16 Mei 2018 - 16:09:27 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Meulaboh, CityPost - Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, menyatakan siap untuk memfasilitasi eksekusi hukuman cambuk terhadap seorang warga binaan terpidana kasus minuman keras (jarimah khamar) atas nama Toroziduhu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nagan Raya, Kuncoro, mengatakan Toroziduhu menjalani ukubah cambuk sebanyak 45 kali, setelah dipotong masa tahanan selama tiga bulan kurungan penjara.

"Putusan Mahkamah Syar`iah Meulaboh terhadap terpidana (jarimah khamar) sebelumnya adalah cambuk sebanyak 50 kali, namun karena telah menjalani masa tahanan, maka dikurangi lima kali, karena itu uqubah cambuk hari ini sebanyak 45 kali," ujarnya di Meulaboh, Selasa (15/5/18).

Kuncoro menuturkan, pihaknya baru melaksanakan kegiatan tersebut setelah ada petunjuk dari Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Aceh, setelah itu eksekusi kepada terpidana kasus penjual minuman keras di wilayah hukum Nagan Raya itu bisa dilaksanakan. Lapas Meulaboh dinilai telah siap sebagai tempat pelaksanaan kegiatan yang juga diumumkan ke publik itu agar dapat dilihat masyarakat umum sebagai efek jera.

"Di Aceh, kita yang pertama melaksanakan eksekusi `uqubah` cambuk di lapas. Ke depan ada lebih dua kasus lagi yang sedang diproses. Menurut Pergub Aceh Nomor 5 Tahun 2018 tentang Hukum Acara Jinayah, untuk menimalisir dilihat oleh anak-anak," katanya.

Kepala Lapas Kelas II B Meulaboh, Jumadi, menyebutkan terpidana Toroziduhu merupakan warga Kabupaten Nagan Raya, yang telah mendapat keputusan tetap dari pengadilan dan menjalani kurangan penjara tiga bulan, kemudian menjalani ekeskusi uqubah cambuk.

"Kami menyediakan tempat di dalam LP Meulaboh, dasar pelaksanaan eksekusi cambuk di lapas ini adalah Peraturan Gubernur (Pergub). Lapas Meulaboh yang perdana sebagai tempat pelaksanaan eksekusi ukubah cambuk setelah keluar Pergub Aceh," tuturnya.

Jumadi mengatakan, masyarakat umum diperbolehkan untuk datang melihat pelaksanaan ukubah cambuk itu, hanya saja penjagaan di lokasi eksekusi sedikit lebih diperketat demi keamanan kondisi lapas yang di dalamnya banyak warga binaan.

"Pihak Lapas Kelas II Meulaboh menyediakan tempat, kemudian jarak penonton dengan pentas tempat dilaksanakan cambuk berjarak 12 meter, kegiatan ukubah cambuk itu jauh sebelumnya telah disampaikan pengumuman melalui intansi terkait di Nagan Raya," tambahnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar