Jakarta, Indonesia | Sunday, 22-07-2018

NEWS UPDATE

Lion Air Rilis Kronologi Kasus Canda Penumpang Soal Bom

AL | Rabu,30 Mei 2018 - 09:23:24 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Pontianak, CityPost - Manajemen Maskapai Lion Air baru saja mengeluarkan rilis resmi mengenai kronologi peristiwa seorang penumpang yang bercanda membawa bom dalam pesawat pada penerbangan 28 Mei 2018 pukul 18.50 WIb rute Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat (PNK) menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan dalam penerbangan dengan kode penerbangan JT687  itu ada seorang penumpang laki-laki yang bergurau tentang bom (bomb joke), ketika penumpang dalam proses masuk ke pesawat (boarding).

"Penumpang yang bergurau tentang bom dan yang diduga membuka paksa jendela darurat sudah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk proses penyidikan serta pemerikssaan lebih lanjut,' ujarnya 

Penerbangan terpaksa harus ditunda akibat cadaan seorang penumpang yang sudah diamankan tersebut. Danang menuturkan,  Setelah melakukan serangkaian prosedural kemaanan penerbangan, penumpang pesawat itu kembali di berangkat dari Pontianak pukul 21.45 WIB dan mendarat dengan selamat di Cengkareng pukul 23.10 WIB.

"Sebelum melakukan penerbangan dan untuk memastikan keamanan penerbangan, pilot dan awak kabin telah menjalankan standar prosedur penanganan ancaman bom," katanya.

Tak hanya penerbangan yang tertunda, Danang menambahkan, pihak Lion Air juga harus kembali melakukan pengecekan ulang pada seluruh penumpang, barang bawaan dan bagasi.

"Dengan kerjasama yang baik antara kru pesawat, petugas keamanan bandar udara dan petugas layanan darat tidak ditemukan barang bukti berupa bom atau benda lain yang mencurigakan di dalam pesawat beregistrasi PK-LOJ," tuturnya.

Maskapai Lion Air mengharapkan pelaku yang telah diperiksa itu bisa dibawa sampai tingkat pengadilan.

"Mengacu pada Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan semua yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong merupakan tindakan melanggar hukum dan akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib," ujar Danang.

Lion Air Group kembali mengimbau dan menegaskan kepada seluruh pelanggan maupun publik atau masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi palsu, bergurau, bercanda, atau mengaku bawa bom di bandar udara dan di pesawat.

"Kembali, sebagaimana aturan bergurau soal bawa bom atau lainnya juga melanggar hukum," katanya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar