Jakarta, Indonesia | Wednesday, 12-12-2018

NEWS UPDATE

LIPI Akan Punya Fasilitas Pengembangan Obat Tradisional

AL | Kamis,08 Mar 2018 - 16:44:45 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang membangun fasilitas pengembangan obat tradisional dengan Standard Cara Pembuatan Obat Tradisonal yang Baik (CPOTB) di Serpong, Tangerang. Pelaksana Tugas Kepala LIPI Bambang Subiyanto mengatakan, fasilitas ini dibangun untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian kesehatan dan obat.

"Pembangunan fasilitas ini sekaligus memberikan dukungan terkait riset dan pengembangan produk kepada mitra industri. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Paket Kebijakan Ekonomi ke-11 tentang pengembangan industri kefarmasian dan alat kesehatan," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta," katanya di Jakarta, Kamis (8/3/18).

Menurut Bambang, fasilitas penelitian obat tradisional diperlukan untuk menjawab permasalahan kesehatan serta mendukung kemandirian bahan baku obat secara nasional. 

"LIPI menaruh perhatian besar dalam penelitian dan pengembangan kesehatan obat dengan berbagai riset terkait penggunaan tanaman obat serta bahan aktifnya untuk bahan baku obat," ujarnya.

Bambang menuturkan, saat ini Indonesia memiliki 1.247 industri dan usaha obat tradisional yang 10 diantaranya termasuk perusahaan industri obat tradisional skala besar. Namun, industri obat tradisional (IOT), usaha kecil obat tradisional (UKOT) dan usaha mikro obat tradisional (UMOT) banyak yang tidak memiliki fasilitas CPOTB sehingga mengalami kesulitan dalam membuat produk berstandar CPOTB. Sehingga, fasilitas LIPI yang akan dibangun ini diharapkan bisa menjadi percontohan laboratorium CPOTB dalam rangka memfasilitasi industri kecil dan menengah guna mempercepat pengembangan produk obat tradisional di tanah air.

Hingga saat ini, hampir 95 persen bahan baku industri farmasi di Indonesia masih bergantung dari impor luar negeri. Padahal, Indonesia memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman yang berkhasiat sebagai bahan obat. Menurut Bambang, pengembangan obat alami perlu mendapat perhatian, mengingat praktik pemanfaatan obat tradisional telah mengakar di masyarakat Indonesia. Selain itu, potensi pengembangannya sangat terbuka dengan terus meningkatnya permintaan pasar domestik maupun internasional.

Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI Agus Haryono memastikan bahwa pihaknya sangat fokus dalam pengembangan obat tradisonal. Pembangunan fasilitas riset ini akan dapat lebih memfokuskan penelitian dan memberikan fasilitas yang lebih memadai untuk penelitian terkait obat radisional.

"Dari kegiatan penelitan yang kami lakukan, telah banyak ditemukan senyawa-senyawa baru dari ekstrak tanaman asli Indonesia yang berpotensi sebagai anti kanker, anti diabet, anti malaria, serta antioksidan. Harapan kami melalui fasilitas riset pengembangan obat tradisional dengan standard CPOTB, hasil-hasil penelitian kami bisa lebih berkualitas dan mudah diterima oleh industri," tuturnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar