Jakarta, Indonesia | Friday, 16-11-2018

NEWS UPDATE

Longsor Putuskan Jalur Trans Sulawesi

AL | Senin,21 Mei 2018 - 13:18:34 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Palu, CityPost - Jalur trans Sulawesi yang menjadi jalan yang menghubungkan Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dengan Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, putus akibat badan jalan amblas  di daerah Bungku, Kabupaten Morowali.

"Badan jalan amblas sepanjang beberapa meter di Desa Tangofa, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulteng, sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan termasuk sepeda motor," kata Dedy Kurniawan Kepala Humas PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) saat dihubungi pada Senin (21/5/18).

Dedy yang merupakan warga Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali ini menuturkan, longsor diperkirakan terjadi sejak Minggu (20/5/18 ) malam atau Senin dini hari sebagai dampak hujan deras yang mengguyur wilayah Morowali dan Morowali Utara dalam tiga hari terakhir. Dedy juga menagatakan, terdapat badan jalan yang retak-retak di beberapa titik jalan nasional tersebut. Amblasnya jalan membuat kendaraan angkutan umum dan pribadi dari Bungku ke Kendari atau sebaliknya terpaksa harus memutar sejauh tiga kilometer mengikuti jalan khusus milik IMIP, perusahaan pertambangan nikel terbesar di Asia itu.

"Selain cukup jauh memutar, jalur alternatif ini juga kurang nyaman karena jalan yang belum beraspal serta kurang aman karena cukup ramai dilintasi kendaraan berat pengangkut material nikel setiap jam," ujarnya.

Menurut Dedy, jika kelancaran arus lalulintas di ruas Bungku-Kendari ini terlalu lama mengalami hambatan, harga-harga bahan pokok dan bahan kebutuhan masyarakat lainnya, khususnya menjelang Lebaran 2018 dikahwatirkan mengalami kenaikan, karena jalur ini merupakan urat nadi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Morowali, termasuk kebutuhan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di PT.IMIP karena jalur ini lebih dekat dan jalannya lebih baik dibandingkan ke Kota Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR yang membawahi jalan lintas Sultra-Sulteng, Akhmad Cahyadi membenarkan amblasnya badan jalan Bungku-Kendari tersebut.

"Staf kami sedang memeriksa kondisi jalan yang dilaporkan putus tersebut. Memang terjadi longsoran di sana dan saya sudah minta Satuan Kerja III PJN XIV segera melakukan penanganan," katanya.

Cahyadi mengemukakan, saat ini pihaknya masih mempelajari penanganan apa yang harus dilakukan untuk menangani kerusakan jalan lintas Sultra-Sulteng ini.

"Apakah cukup ditimbun saja atau perlu dibuatkan gorong-gorong atau bahkan perlu memasang jembatan darurat (bailey). Secepatnya akan kami tangani agar gangguan arus lalulintas tidak terlalu lama, agar kelancaran arus mudik Lebaran 2018 bisa terjamin," ujarnya.

Pelaksana Harian Kepala Satker III PJN XIV Jimmy Adwang menyampaikan pihaknya juga telah meminta bantuan kontraktor pelaksana proyek peningkatan jalan di wilayah Bungku untuk membantu melakukan penimbunan pada titik-titik yang perlu ditimbun.

"Kami juga sedang mengupayakan untuk meminjam alat berat milik PT.Hengjaya, kontraktor yang beraktivitas sekitar satu kilometer dari lokasi jalan yang amblas itu untuk menangani lokasi longsor agar segera ada jalur alternatif untuk dilintasi kendaraan tanpa memutar jauh ke jalan khusus milik perusahaan pertambangan," ujar Jimmy yang juga PPK 15 Satker III PJN XIV yang menangani ruas Tomata-Beteleme tersebut," tuturnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar