Jakarta, Indonesia | Thursday, 14-12-2017

NEWS UPDATE

LPSK Beri Perlindungan Untuk Jurnalis Korban Kekarasan

AL | Rabu,11 Okt 2017 - 17:32:35 WIB

Ketua LPSK, Abdul Haris Semendawai.foto.ist



Jakarta, CityPost - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan kesiapannya untuk memberikan perlindungan kepada jurnalis yang menjadi korban tindak kekerasan saat meliput unjuk rasa penolakan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturaden, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Senin (9/10/17).

Ketika itu, pembubaran paksa aksi penolakan PLTB di depan kantor Bupati Banyumas dilakukan secara brutal, sehingga salah satu jurnalis Metro TV, Darbe Tyas menjadi korban kekerasan fisik berupa pemukulan dan pengroyokan yang dilakukan oleh sejumlah anggota kepolisian Polres Banyumas dan Satpol PP Pemkab Banyumas.

"Kami tengah upayakan menjalin komunikasi dengan jurnalis yang menjadi korban kekerasan di Banyumas," kata Ketua LPSK, Abdul Haris Semendawai, di Jakarta, Rabu (11/10/17).

Selama ini, LPSK sendiri menyatakan bahwa jurnalis yang mendapatkan penganiayaan bisa segera mengajukan perlindungan agar langkah segera dapat dilakukan, apalagi jika sudah ada ancaman lanjutan. Semendawai menambahkan, permohonan perlindungan kepada LPSK sekaligus untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada korban agar bisa mengungkapkan dugaan tindak pidana yang dialaminya. Hal ini juga sesuai dengan yang disyaratkan oleh UU Perlindungan Saksi dan Korban.

"Namun, kita kembalikan lagi kepada korban, apakah mau dilindungi oleh LPSK atau tidak," ujarnya.

Semendawai menakankan bahwa perlindungan bagi jurnalis sudah diatur dalam Undang-Undang Pers. Bahkan, LPSK telah melakukan MoU dengan Dewan Pers, sehingga jurnalis yang mengalami kekerasan saat menjalankan tugasnya dapat dilindungi oleh LPSK. (red/ist)



Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar