Jakarta, Indonesia | Saturday, 21-07-2018

NEWS UPDATE

Mahasiswa ITS Raih Juara 1 di Pekan Raya Biologi 2018

AL | Jumat,09 Feb 2018 - 16:27:09 WIB

Tim ITS yang meraih juara 1 di Pekan Raya Biologi 2018 lewat karya ilmiah berupa pengajaran kreatif dan pendidikan moral untuk anak usia 4-6 tahun dengan metode story-video education.foto.ist

Surabaya, CityPost - Tim dari Departemen Kimia dan Fisika, Fakultas Ilmu Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabay mengikuti Pekan Raya Biologi 2018, ini adalah lomba karya tulis ilmiah yang digelar di Universitas Riau, Senin (26/1) lalu. Tim tersebut beranggotakan tiga orang yaitu Ajeng Febri Nur Palupi, Lailatul Jannah, dan Irma Septi Ardiani. 


Meski tim ITS ini berasal dari bidang ilmu eksakta, namun mereka meraih juara satu dalam perlombaan yang bertemakan pendidikan karakter anak setelah membuat Story Video Education, yakni suatu pengajaran kreatif dan pendidikan moral untuk anak usia 4-6 tahun dengan metode story-video education.

Ajeng menuturkan, ide membuat Story Video Education tersebut berawal dari kegiatan mengajar di kampung binaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas, tepatnya di daerah Keputih Tinja, Surabaya. "

Tim ini mengamati kondisi saat proses pengajaran berlangsung di daerah tersebut," katanya dalam siaran persnya, Kamis (8/2/18).

Ajeng memaparkan, dari situlah tim melihat proses pengajaran yang terasa membosankan, karena pengajaran hanya menitikberatkan pada proses menggambar dan bermain. Sehingga banyak anak berlarian kesana kemari dan tidak mempedulikan pembelajarannya.

"Oleh karena itu, saya dan tim berinisiatif untuk membuat suatu pengajaran kreatif dan pendidikan moral untuk anak usia 4-6 tahun dengan metode story-video education," ujarnya.

Ajeng menjelaskan, Story Video Education adalah metode pengajaran yang menggunakan video sebagai bahan visualisasi. Secara teknis, masing-masing anak diberi dua emosikon yaitu senang dan sedih. Emosikan tersebut wajib diangkat sebagai parameter kepahaman anak-anak dari apa yang disampaikan oleh pengajar.

Sebagai uji coba, di tahap awal pengajar memberikan sebuah pertanyaan moral dengan jawaban singkat ya atau tidak. Seperti, apakah durhaka kepada orang tua itu baik? maka anak-anak bisa menjawab dengan mengangkat salah satu emosikon ya atau tidak.

"Emosikon senang menandakan jawaban iya dan emosikon sedih menandakan jawaban tida. Dalam metode pengajaran ini terdapat lima pertanyaan tentang moral. Jawaban anak-anak dari lima pertanyaan tersebut akan direkap dan dibandingkan dengan hasil akhir," imbuhnya.

Ajeng menambahkan, sebelum menuju tes akhir, tim memberikan sebuah pengajaran melalui video animasi yang mengisahkan tentang Nabi Nuh dan Jenderal Sudirman. Selain itu, anak-anak juga diberikan penjelasan mengenai perilaku kedua tokoh seperti durhaka, tekun, keras kepala, angkuh pada kisah Nabi Nuh dan jiwa nasionalisme, berani, pantang menyerah, rela berkorban pada kisah Jenderal Sudirman.

Anggota tim lainnya, Lailatul Jannah menuturkan, menurut penelitian yang dilakukan oleh tim ITS, hasil tes akhir menunjukkan bahwa anak-anak lebih mengerti dan memahami macam-macam perilaku baik dan buruk. ITS menggunakan konsep pengajaran fun and learning, yaitu dengan menitikberatkan pemikiran, perasaan, dan perilaku. 

"Untuk kelanjutannya, kita akan bekerja sama dengan RT (Rukun Tetangga) untuk mengingatkan kepada orang tua agar lebih menjaga dan mengontrol moral anak-anaknya," ujar mahasiswi yang akrab disapa Ila ini. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar