Jakarta, Indonesia | Wednesday, 25-04-2018

NEWS UPDATE

Mahasiswa UGM Bersaing di Kontes Robot Internasional

AL | Senin,09 Apr 2018 - 17:53:25 WIB

Tim robot UGM yang mengikuti kompetisi robot internasional di Trinity College Ferris Athletic Center, Hartforf Connecticut, AS.foto.ist

Connecticut, CityPost - Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing mahasiswa Indonesia dalam menghadapi perkembangan industri tahap 4.0. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti Trinity College Internasional Robot Contes 2018 yang dilaksanakan di Oosting Gymanasium, Trinity College Ferris Athletic Center, Hartforf Connecticut, Amerika Serikat,  6-8 April. Kontes tersebut diadakan dalam rangka `The 25th year of the Trinity College International Fire Fighting Home Robot Contest`.

Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Didin Wahidin mengatakan kegiatan ini dalam dalam rangka mencapai tujuan indikator kinerja Direktorat Kemahasiswaan dalam pencapaian jumlah prestasi Intetnasional. 

"Kontes Robot Internasional juga menjadi kegiatan unggulan dalam implementasi perkembangan revolusi industri tahap 4,” ujarnya melalui siaran pers, Minggu (8/4/18).

Didin menuturkan ada empat mahasiswa dari Universitas Gajah Mada (UGM) yang mewakili ajang ini yang merupakan juara umum pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2017, Tim Universitas Gadjah Mada (GMRT) itu terdiri dari Dani Setyawan dan Andien Gumilang dari Fakultas Teknik; Habib Astari Adi dari Fakultas MIPA; dan Atin Yudi Wibowo dari Sekolah Vokasi. Keempat mahasiwa ini mengadu prestasi dengan para mahasiswa yang berasal dari 60 tim yang berasal dari Amerika Serikat, Kanada, China, Ethiopia, Israel, Portugal, dan Persatuan Emirat Arab.

Ketua Tim Robot UGM Atin Yudi Wibowo mengungkapkan pihaknya sangat antusias dan bangga karena dapat mewakili Indonesia dalam kontes robot internasional tersebut.

"Kami  yakin mahasiswa Indonesia mampu bersaing dalam kejuaraan internasional," ujarnya.

Pembimbing Tim GMRT, Wikan menjelaskan Tim GMRT menampilkan dua buah robot dalam kompetisi ini. 

"Satu robot  bertanding di tiga level, yakni level  terendah, level sedang dan level tertinggi. Satu robot lainnya  bertanding di dua level, yaitu level I dan level II," tuturnya.

Namun, Wikan mengungkapkan, pada kompetisi ini tim GMT tidak menggunakan robot yang beberapa waktu menang di tingkat nasional, karena robot nasional tidak memiliki kemampuan bertanding di tingkat internasional. Sehingga,  ini (robot) murni dibuat ulang.

Adapun delegasi Indonesia yang ikut serta dalam ke robot internasional ini terdiri dari Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Rina Indiastuti; Direktur Kemahasiswaan, Didin Wahidin; Kasubdit Penalaran dan Kreativitas, Misbah Fikrianto; Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wikan; dan Pelatih, Rahmat.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Budi Bowoleksono berpesan, mahasiswa adalah aset bangsa yang harus didorong prestasinya di tingkat internasional, guna meningkatkan daya saing bangsa Indonesia.

"Negara ini terus berkembang ke arah yang lebih baik dengan banyak aset yang kita miliki," katanya.

Sedangkan, Asisten Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Amerika Serikat, Bimo berharap Indonesia juga dapat menyelenggarakan even internasional dan menjadi tuan rumah. 

“Harapan kita, dengan berbagai event internasional menjadikan Pendidikan Tinggi di Indonesia lebih bersaing dan memiliki dampak positif yang luas,” pungkasnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar