Jakarta, Indonesia | Monday, 20-08-2018

NEWS UPDATE

Mariah Carey Akui Megidap Gangguan Bipolar

AL | Kamis,12 Apr 2018 - 16:00:10 WIB

Mariah Carey.foto.ist

New York, CityPost - Mariah Carey (48) memberi tahu para penggemarnya bahwa ia  idiagnosis menderita gangguan Bipolar sejak 2001, tepatnya setelah dirinya dirawat di rumah sakit akibat gangguan fisik dan mental.

"Sampai baru-baru ini saya hidup dalam penyangkalan dan menutup diri dan selalu ketakutan seseorang akan membocorkan ini. Beban ini terlalu berat dan saya tidak bisa melakukannya lagi. Saya mencari dan mendapat perawatan, saya menempatkan orang-orang positif di sekitar dan saya kembali melakukan apa yang saya sukai-menulis lagu dan membuat musik," ungkapnya kepada editor-in-chief Jess Cagle.

Carey mengungkapkan, pada awalnya ia mengira hanya menderita gangguan tidur parah.

"Tapi itu bukan insomnia normal dan saya tidak berbaring sambil menghitung domba. Saya bekerja dan bekerja dan bekerja. Saya mudah marah dan selalu takut mengecewakan orang lain. Ternyata saya sedang mengalami sebuah bentuk mania. Akhirnya energiku menurun. Saya kira episode depresif saya ditandai dengan memiliki energi yang sangat rendah. Saya akan merasa sangat kesepian dan sedih - bahkan merasa bersalah karena saya tidak melakukan apa yang perlu saya lakukan untuk karir saya," tuturnya.

Carey mengatakan, saat ini dirinya sedang menjalani terapi dan minum obat untuk gangguan bipolar II.

"Saya minum obat yang tampaknya cukup bagus. Saya jadi tidak merasa terlalu lelah atau lamban atau hal-hal seperti itu. Menemukan keseimbangan yang tepat adalah yang terpenting," ujarnya.

Meskipun demikian, Carey mengaku dirinya tetap termotivasi untuk berbagi perjuangannya melawan bipolar dengan harapan dapat menghilangkan stigma bipola.

Saya berada di tempat yang sangat baik sekarang, di mana saya merasa nyaman mendiskusikan perjuangan saya menghadapi gangguan bipolar II. Saya berharap kita bisa sampai ke tempat di mana stigma tersebut hilang dari orang-orang yang melewati semuanya sendirian. Gangguan ini bisa terasa sangat mengisolasi. Bipolar tidak harus menentukan siapa diri Anda dan saya menolak untuk membiarkannya mengendalikan saya," katanya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar