Jakarta, Indonesia | Saturday, 17-11-2018

NEWS UPDATE

Mendag Dan Mentan Masih Kontradiksi Terkait Impor Beras

RWS | Jumat,25 Mei 2018 - 02:15:37 WIB

Mendag Enggartiasto Lukita (kiri) dan Mentan Amran Sulaiman (kanan)/foto ist

Jakarta, CityPost – Kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintah saat ini masih terlihat tidak sinkron antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. Kedua institusi negara tersebut saat ini masing-masing mengeluarkan pernyataan yang berbeda dan kontradiksi terkait impor beras.

Sebelumnya diketahui, Kementerian Perdagangan menyampaikan bahwa impor beras sebanyak 500 ribu ton  perlu dilakukan agar pasokan beras dalam negeri bertambah guna menjaga stabilitas harga beras dipasar.

Pernyataan sebaliknya yang berbeda dengan Kemendag disampaikan oleh Kementerian Pertanian yang menyebutkan bahwa pasokan beras di PasarInduk Beras Cipinang lebih dari cukup. Pernyataan ini disebutkan juga diperkuat oleh pernyataan Kepala bulog Budi Waseso yang menganggap kebijakan impor kedua tidak tepat.

Namun, kendati ada pro kontra dalam sebuah pernyataan. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa  kebijakan impor beras dilakukan sesuai dengan kesepakatan bersama dalam rapat kordinasi pada Februari 2017. Hal itu disampaikan Enggar saat berada di Kantor Kemenko Perekonomian pada Kamis (24/5) kemarin.

“Ini bukan penambahan, itu ada yang sudah diputuskan dalam rakortas (Februari). Rakortas itu kepurusan dipimpin Pak Menko, dihadiri oleh Pak Mentan, dihadiri Dirut Bulog, dihadiri dari Kantor BUMN dan saya, disepakati, diputuskan untuk menugaskan kepada Bulog untuk impor. Itu sudah impor,” ujarnya.

Menurut Enggar, impor yang dilakukan atas dasar untuk menambah pasokan beras yang saat ini dinilai kurang, tercatat dibawah 1 juta jika dikurangi stok impor.

“Cerminannya dari suplainya memang kurang, kalau seandainya tidak ada impor waktu itu kan artinya ada kekurangan. Tetapi sekarang jumlah stok Bulog ada 1,2 juta ton 600 ribu lebih. Itu adalah ex impor. Jadi sebenarnya kalau tanpa impor, maka jumlah cadangan beras di Bulog itu dibawah 1 juta ton, itulah dasar kenapa kita harus impor,” tukasnya. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar