Jakarta, Indonesia | Monday, 20-08-2018

NEWS UPDATE

Mengenal Ciri-Ciri Laptop Yang Terkena Cryptojacking

AL | Jumat,13 Apr 2018 - 19:43:43 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Para penjahat siber kini ikut melirik Popularitas mata uang kripto, seperti Bitcoin demi untuk meraih keuntungan dengan membajak perangkat elektronik orang lain, tidakan tersebut sebagai cryptojacking.

"Cryptojacking pada 2018 ini diperkirakan meningkat karena harga cryptocurrency naik sehingga hacker tertarik," kata Country Manager Symantec Indonesia, Andris Masengi saat memberikan paparan mengenai Internet Security Threat Report volume 23, di Jakarta, Jum`at (13/4/18).

Caranya, Hacker menggunakan CPU dan GPU di perangkat korban untuk menambang mata uang kripto, akibatnya komputer akan terasa lambat karena kinerja bisa mencapai 100 persen lebih tinggi.
Menurut Andris, saat ini aktivitas menambang tidak hanya fokus pada Bitcoin, tapi juga pada mata uang kripto lainnya, misalnya Monero yang diperkirakan akan berkembang.

"Jika perangkat komputer terasa sangat lambat, misalnya untuk membuka aplikasi sederhana seperti Microsoft Excel, Anda perlu curiga laptop terkena cryptojacking, meski pun Anda tidak memiliki mata uang kripto. Waktu untuk membuka satu aplikasi sangat lambat, bisa 5 hingga 10 kali lebih lama dari biasanya," ujar Andris.

Performa perangkat bisa di cek dengan membuka Task Manager.

"Di sana akan terlihat berapa persen kerja komputer Anda. Jika hanya membuka sedikit aplikasi, tapi, performa naik, sebaiknya cek komputer," jelas Andris.

Ditanya mengenai apa kerugian jika komputer kena cryptojacking, menurut Andris mungkin kerugian yang dirasakan korban tidak berdampak langsung pada materi, korban juga tidak kehilangan sejumlah besar uang jika komputer terinjeksi. Perangkat akan terasa sangat lamban sehingga tidak bisa dipakai secara maksimal, penyebabnya adalah penggunaan CPU yang tinggi hingga 100 persen mengakibatkan  memori yang terpakai lebih banyak sehingga komputer terasa sangat lamban. Selain itu, mesin perangkat akan rusak jika lama terkena cryptojacking, begitu juga dengan baterai laptop karena harus bekerja berat. 

"Kinerja CPU yang tinggi juga akan berdampak pada peningkatan konsumsi listrik, akibatnya, tagihan listrik akan bertambah," imbuhnya.

Andris menambahka, bisa terinfeksi cryptojacking melalui phising, awalnya, calon korban mendapatkan pemberitahuan untuk mengklik tautan.

"Untuk itu, sebaiknya tidak membuka pesan, misalnya melalui email, jika tidak mengenal sang pengirim," katanya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar