Jakarta, Indonesia | Wednesday, 17-10-2018

NEWS UPDATE

Menolak Pelantikan Bupati Raja Ampat MRPB Akan Bentuk Pansus

Hen | Rabu,14 Feb 2018 - 05:46:54 WIB

Foto ist/WE

Manokwari, CityPost - Mahasiswa Raja Ampat di Manokwari, Papua Barat bertatap muka dengan Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), hari ini, Selasa (13/02/2018), guna menyampaikan aspirasi terkait sejumlah persoalan yang ada di Raja Ampat, salah satunya adalah pelantikan Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE, sebagai anak Adat Waigeo.

Disambut pimpinan MRPB, 12 orang mahasiswa Raja Ampat yang dikoordinir John Mantansan, mendatangi MRPB untuk menyampaikan aspirasi terkait sejumlah masalah yang terjadi di Raja Ampat, diantaranya pelantikan Bupati Raja Ampat sebagai anak adat, korupsi APBD, penistaan agama, kerusakan karang dan penguasaan wilayah adat oleh investor asing.

Koordinator mahasiswa John Mantansan menjelaskan,  bahwa mahasiswa Raja Ampat disambut baik MRPB penuh kekeluargaan, dan diskusi berlangsung hampir sekitar satu jam. “Ditanyakan tentang pelantikan Bupati Raja Ampat sebagai anak adat, MRPB Papua Barat menolak dengan tegas,” kata John.

Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren, SE, yang dihubungi wartaekspres.com via mobile phone membenarkan, bahwa MRPB baru saja selesai pertemuan dengan mahasiswa Raja Ampat, dan sekarang mereka sedang dijamu makan siang. Disinggung tentang sikap MRPB menanggapi aspirasi mahasiswa Raja Ampat, Maxsi Ahoren, menanggapi positif.

“Namanya juga aspirasi, kita tampung dan akan ditindaklanjuti setelah pelantikan Ketua dan Badan Kelengkapan MRPB,” ujarnya.

“Ada sekitar 13 aspirasi mahasiswa yang disampaikan kepada MRPB, namun beberapa hal pokok yang utama akan ditindaklanjuti yakni korupsi, penistaan agama, kerusakan karang yang diakibatkan oleh Kapal Caledonia Sky, dan pelantikan Bupati Raja Ampat sebagai anak adat,“ jelas Maxsi.

Tentang korupsi dan penistaan agama, ranahnya ada pada Kepolisian dan Kejaksaan, untuk itu MRPB hanya bersifat koordinatif dengan penegak hukum melalui surat menyurat. Mahasiswa disarankan untuk berkonsultasi dan berkomunikasi dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan.

Menyangkut kerusakan karang, MRPB Papua Barat akan menyurati Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk mempertanyakan hal ini, karena kerusakan karang telah menimbulkan kerugian besar terhadap masyarakat adat, dan prosesnya seakan-akan lenyap. “Untuk itu, MRPB akan menyurati Bupati Raja Ampat untuk mempertanyakan hal ini, agar proses penyelesaiannya bisa dipercepat,” ujarnya.

“Yang sangat krusial berkaitan dengan pelantikan Bupati Raja Ampat sebagai anak adat, MRPB akan membentuk Pansus dan terjun langsung ke lapangan untuk bertemu langsung dengan masyarakat adat untuk mempertanyakan hal ini,” tegas Ketua MRPB Maxsi Ahoren.

Dari laporan mahasiwa, tidak semua marga di Waigeo maupun Raja Ampat, menyetujui pelantikan Abdul Faris Umlati, SE, sebagai anak adat. Laporan mahasiswa ini yang akan ditindaklanjuti oleh MRPB dalam bentuk Pansus,” katanya.

Menurut Maxsi Ahoren, pemberian gelar adat memiliki proses-proses yang harus dilalui, baik itu gelar tikar, adat, musyawarah adat, hingga ada pelantikan dan pengukuhan secara adat. Disamping itu, seorang anak adat juga harus memiliki wilayah adat, batas-batas adat, ada kampung, dusun dan faktor pendukung lainnya.

“Jika semua persyaratan sebagai anak adat tidak terpenuhi bagaimana mau dikukuhkan sebagai anak adat ? Jika Bupati Raja Ampat tidak memenuhi semua persyaratan sebagai anak adat, secara tegas, saya sebagai pimpinan lembaga cultural MRPB menolak dengan tegas pelantikan tersebut,” kata Maxsi.

Allan Ambrauw, salah satu koordinator mahasiswa Raja Ampat di Manokwari yang aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan, sangat apresiasi terhadap sikap Ketua MRPB, dan berjanji akan mengawal seluruh proses yang akan dilaksanakan baik di Manokwari maupun di Raja Ampat. Allan dan kawan-kawan mahasiswa berencana akan audiens dengan Polda Papua Barat dan Kejaksaan Manokwari.

Pertemuan mahasiswa Raja Ampat dan Majelis Rakyat Papua Barat diakhiri dengan jamuan makan siang bertempat di ruang rapat MRPB.(Hen/tom/we/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar