Jakarta, Indonesia | Sunday, 16-12-2018

NEWS UPDATE

Menperin: Stabilitas Politik Dukung Pertumbuhan Ekonomi

AL | Kamis,06 Des 2018 - 15:28:26 WIB

Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto.foto.ist

Padang, CityPost - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menilai stabilitas politik dan keamanan sekarang ini telah mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sehingga mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

"Faktor utama untuk pembangunan adalah stabilitas politik dan keamanan. Indonesia sebagai negara besar mampu menjaga stabilitas dengan baik," kata Hartarto  dalam paparannya Kongres dan Dialog Nasional ke XXI Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Padang, Sumbar, Kamis (6/12/18).

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta Airlangga untuk memaparkan kemajuan pembangunan pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla (JK), mengatakan salah satu bentuk nyata yang dilakukan adalah membangun sejumlah infrastruktur yang tersebar di berbagai daerah.

Airlangga menuturkan, selama pemerintahan Jokowi-JK, sejumlah infrastruktur yang telah dibangun antara lain jalur ganda kereta api sepanjang 754 kilometer, jalan nontol 3.432 kilometer, jalan tol 941 kilometer, jembatan gantung 140 unit, 10 bandar udara baru, dan 19 pelabuhan laut.

"Khusus untuk Jalan Tol Trans Jawa, pemerintah menargetkan akhir 2018 sudah bisa terhubung dari Merak ke Surabaya. Demikian juga tol di Sumatera, khususnya di Lampung diharapkan selesai Maret 2019 dari target Juni 2019," ujarnya.

Airlangga menambahkan, selain di bidang infrastruktur,  dari sisi makro pertumbuhan ekonomi nasional dalam 3-4 tahun terakhir tumbuh sekitar lima persen.

"Demikian juga harga berbagai kebutuhan pokok di pasar tidak ada yang naik harganya," tutur Airlangga.

Selain itu, kemiskinan dalam kurun waktu empat tahun terakhir turun menjadi 9,8 persen dan pengangguran turun 5,13 persen. Airlangga menambahkan, dari sisi regional Indonesia memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas keamanan regional.

"Jadi stabilitas keamanan di ASEAN tergantung dari stabilitas keamanan di Indonesia. Untuk itu Indonesia sebagai negara besar dan penduduk terbesar memainkan peran penting di ASEAN," katanya.

Terkait hal itu, Ketua Umum PII Hermanto Dardak mengatakan organisasinya terus meningkatkan profesionalitas dan kompetensi insinyur.
Untuk itu, PII telah menandatangani kesepakatan setidaknya dengan  26 perguruan tinggi yang tujuannya meningkatkan lulusan kualitas insinyur Indonesia.

"Saat ini setidaknya PII memiliki 30.000 anggota dan diharapkan anggotanya profesional terutama menghadapi industri 4.0," ujarnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar