Jakarta, Indonesia | Sunday, 18-02-2018

NEWS UPDATE

Menpora Dukung Sekolah Libur Saat Asian Games

AL | Senin,12 Feb 2018 - 18:46:00 WIB

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.foto.ist

Jakarta, CityPost - Pesta olahraga regional terbesar di tingkat Asia atau Asian Games akan diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 18 Agustus - 2 September 2018 di dua tempat yaitu Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan.

Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) mengharapkan sekolah-sekolah di Jakarta diliburkan selama penyelenggaraan Asian Games pada Agustus 2018. Menurutnya, jam kerja di Jakarta dan Palembang juga harus disesuaikan untuk engurangi waktu perjalanan atlet dan ofisial peserta Asian Games hingga kurang dari 30 menit.

"Kami harus menyiasati tingkat kemacetan di Jakarta turun 20-30 persen, caranya dengan meliburkan sekolah dan penyesuaian jam kerja perkantoran. Tapi, otoritas itu bukan pada kami," katanya.

Eric menuturkan, pihaknya mempertimbangkan hal tersebut setelah menguji coba perjalanan atlet dan ofisial dari Wisma Atlet di Kemayoran menuju Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan dan sejumlah lokasi lain pertandingan Asian Games di Jakarta yang mencapai lebih dari satu jam jika terjadi hujan dan menembus kemacetan.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi akan berkoordinasi dengan kementerian lain serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait kebijakan untuk meliburkan sekolah dan pengaturan jam kerja saat penyelenggaraan Asian Games pada Agustus 2018.

"Kami akan menyiapkan segala sesuatunya, baik soal parkir, rekayasa lalu-lintas, bahkan mungkin kebijakan yang harus diambil Pemprov DKI untuk meliburkan sekolah dan jam kerja kantor. Itu untuk mengurangi kepadatan kendaraan di jalan," ujarnya.

Imam meyakini semua  lembaga baik pemerintah pusat, lembaga legislatif, pemerintah provinsi, maupun instansi swasta akan mendukung penyelenggaraan Asian Games di Jakarta dan Palembang 2018, karena menjadi tuan rumah Asian Games 2018 bukan hal yang mudah bagi Indonesia.

"Kami harus membicarakan lagi lebih detail soal kebijakan itu karena menyangkut koordinasi lintas sektoral. Karena menang tidak mudah bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah Asian Games. Pada 10-20 tahun mendatang, kita belum tentu menjadi tuan rumah lagi," katanya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar