Jakarta, Indonesia | Thursday, 18-10-2018

NEWS UPDATE

Menristekdikti Resmikan Industri-Katalis Pendidikan di ITB

AL | Kamis,11 Okt 2018 - 12:44:43 WIB

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan "teaching industry", industri-katalis pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Kamis (11/10/18).foto.ist

Bandung, CityPost - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan industri-katalis pendidikan di Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalis, Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Kamis (11/10/18).

"Ini merupakan langkah awal dari hilirisasi dan komersialisasi penelitian," kata Nasir dalam pidato sambutannya.

Menurut Nasir, selama ini yang menikmati keuntungan tinggi dalam bisnis katalis, adalah para importir,  dengan dikomersialisasikannya hasil penelitian dari ITB tersebut maka keuntungan tersebut harus dibagi.

"Selama ini, katalis lebih banyak diimpor dari sejumlah negara lain. Ini menunjukkan bahwa anak negeri mampu, kita punya insinyur banyak dan mampu menekan harga katalis," ujarnya sebagaimana dilaporkan Antara.

Nasir menjelaskan, Industri-Katalis Pendidikan digunakan sebagai unit untuk menerapkan teori-teori sintesis katalis, karakterisasi katalis serta evaluasi unjuk kerja reaktor dan unjuk kerja katalis. 

Sebelumnya,  program pembangunan dan penegakan industri katalis-pendidikan ITB itu telah melakukan serangkaian penelitian eksploratif dalam merancang dan mensintesis katalis sejak 25 tahun lalu, dan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan skala nasional.

ITB dan PT Pupuk Iskandar Muda, ITB melakukan kerja sama membangun adsorben untuk embersihkan gas lama dengan menyerap gas pengotor Hidrogen Sulfida (H2S). Kemudian adsorben yang dinamai PIMIT-B1 tersebut diproduksi secara komersial dan telah digunakan di berbagai industri pemrosesan gas. Selain itu, ITB dan PT Pertamina, bekerja sama merancang dan mensintesis katalis pengolahan hidro nafta dan diesel yang berbasis logam Nikel (Ni) dan Molybdenum (Mo).
ITB juga bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) melakukan inovasi katalis untuk memproduksi bensin dan bahan kimia dari minyak kelapa sawit.

Rektor ITB, Kadarsyah Suryadi, mengatakan pihaknya akan terus mendorong agar hasil penelitian bisa dihilirisasi dan dikomersialkan.

"Kami berusaha menjadi ITB sebagai universitas yang mencetak para wirausahawan," ujar Kadarsyah. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar