Jakarta, Indonesia | Wednesday, 23-01-2019

NEWS UPDATE

Menteri Agama Dengarkan Curhat Para Pegawainya

MAR | Jumat,04 Jan 2019 - 19:19:11 WIB

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin.foto.ist

Jakarta, CityPost - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Ngobras alias Ngobrol Santai bareng Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Jumat (4/1) di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama, Jl MH Thamrin no 6 Jakarta dalam rangkaian peringatan hari Amal Bhakti (HAB) ke-73,

Dalam acara tersebut Lukman  membuka kesempatan bagi para pegawainya untuk curhat menyampaikan keluh kesah selama bekerja di Kementerian Agama yang dipimpinnya.

"Saya ingin ngobras, ngobrol santai, dan saya kali ini ingin ngobrol dengan teman-teman yang sungguh sangat berjasa bagi kita sebenarnya. Mereka-mereka yang selalu menjaga keamanan kita, yang selalu bersihkan ruangan-ruangan kerja kita," katanya.

Selain ngobrol santai, Lukman pun meminta pegawai honorer di kementerian yang dipimpinnya menyampaikan hal - hal yang paling mengecewakan selama bekerja di Kemenag.

Tak ingin melewatkan tawaran sang Pimpinan, salah seorang pegawai honorer di Kemenag langsung menyampaikan keluh kesah adanya diskriminasi dalam lingkungan kerja.

"Kalau di sini karena saya sebagai honorer ya pak, masih terlihat sangat dibeda-bedakan antara ASN dan honorer loh pak," kata pegawai honorer, bernama Putri kepada Lukman.

Untuk itu, Putri meminta jangan dipanggang sebelah mata lagi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berharap ada kenaikan honor di tahun ini jika gaji dan tunjangan PNS atau ASN naik, usulan Putri langsung disambut dengan tepuk tangan para pegawai yang hadir. 

Selain soal diskriminasi dan kenaikan honor, Lukman juga mendengar curhat soal pemberian Natura atau imbalan berita barang seperti bahan bahan kebutuhan pokok dan sebagainya.

"Saya masuk tahun 1983, tahun itu pegawai masih dapat natura. Ada gula, minyak dan lainnya setiap bulan. Setiap pegawai dapat. Terus tiap hari dapat makan diantar ke masing-masing meja. Terus tahun 1985 pindah kantor ke Lapangan Banteng, sudah tidak ada lagi. Padahal natura itu membantu," ujarnya. 

Usai mendengar berbagai macam curhat pegawai, Lukman berharap  masing-masing pegawai bisa mendapat pelajaran, khususnya bagaimana dalam mengatasi masalah.
 
"Masalah itu medium, cara tuhan beri kita kesempatan untuk hidup. Karena masalah itu kita berfikir dan akhirnya kita sikapi. Dengan masalah kita sikapi, kita hadirkan hal positif ketika masalah kita geluti," harap Lukman. (MAR/CityPost)



Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar