Jakarta, Indonesia | Sunday, 16-12-2018

NEWS UPDATE

Mie Instan Korea yang Mengandung Babi Terdeteksi, BPOM Diapresiasi MUI

Redaksi CityPost | Senin,19 Jun 2017 - 14:09:07 WIB

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)), Zainut Tauhid Sa'adi.foto.ist

Jakarta, CityPost - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berhasil mendeteksi empat produk mie instan asal Korea yang positif mengandung fragmen DNA spesifik babi. Hal ini sangat diapresiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Langkah-langkah tersebut adalah bentuk perlindungan terhadap konsumen Muslim yang memang dilarang mengonsumsi makanan yang mengandung unsur babi," kata Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi, di Jakarta, Senin (19/6/17). Keempat produk mengandung babi itu di antaranya merk Samyang dengan nama varian produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk Mie Instan Rasa Kimchi dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen. "Produk-produk tersebut belum memiliki sertifikasi halal dari LPPOM-MUI. Kami meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas terhadap masalah itu. Jika ditemukan ada unsur pelanggaran hukum, maka harus dilakukan tindakan hukum kepada semua pihak yang bertanggung jawab," tegasnya. Karena itulah, Zainut meminta masyarakat khususnya umat Islam untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan olahan. "Harus cermat membaca ingridient atau daftar ramuan makanan yang tertulis di bungkus kemasan pada setiap produk makanan agar tidak tertipu oleh produk makanan yang mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh agama," himbaunya. Zainut mengatakan, MUI mendukung langkah-langkah BPOM yang meminta kepada importir untuk segera menarik kembali produknya dari pasaran. BPOM juga terus melakukan inspeksi untuk memastikan produk mie itu tidak ada lagi di pasaran. "MUI juga mendukung langkah untuk segera mencabut izin edar empat produk mie instan asal Korea tersebut," pungkasnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar